Sistem Laci Reswanda: Bagaimana Seorang Wakil Rektor Melatih Pikiran Seperti Melatih Atlet Triathlon
01 Apr 2026
30 Mar 2026
SEVIMA – Di tengah kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis, kehadiran program studi yang relevan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan. Kabar baik datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang tengah memproses pembukaan Program Studi Magister Manajemen (MM). Berdasarkan perkembangan terbaru, usulan program ini telah memasuki tahap penerbitan Surat Keputusan (SK), yang merupakan tahap akhir sebelum resmi dibuka.
Ini bukan sekadar kabar administratif. Ada harapan besar yang dibawa oleh lahirnya Prodi MM UIN Jakarta, baik bagi dunia akademik maupun praktik bisnis di Indonesia.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si.,Ak.,CA., memiliki dua harapan utama yang cukup relevan dengan kondisi saat ini. Pertama, program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi alumni dan calon profesional untuk mengembangkan kompetensi mereka, khususnya dalam mengelola dan mengembangkan bisnis. Di era di mana perubahan terjadi cepat, mulai dari digitalisasi hingga disrupsi pasar kompetensi manajerial yang adaptif menjadi kunci.
“Prodi ini diharapkan memberikan kesempatan bagi alumni para calon profesional mengembangkan sesuai komptensi dalam mengembangkan bisnis,” kata Prof Ibnu, Senin (30/3/2026).
Kedua, Prodi MM ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memberikan solusi nyata terhadap persoalan manajemen di Indonesia. Ini penting. Selama ini, kritik terhadap dunia akademik sering muncul karena dianggap terlalu teoritis dan kurang menyentuh persoalan riil. Jika program ini mampu menjembatani teori dan praktik, maka dampaknya bisa signifikan.
Salah satu kekuatan utama dari program ini terletak pada jajaran pengajarnya. Nama-nama yang terlibat bukanlah figur baru di dunia akademik dan profesional:
Komposisi ini menunjukkan pendekatan yang cukup lengkap—mulai dari keuangan, pemasaran, hingga sumber daya manusia dan metodologi kuantitatif. Artinya, mahasiswa tidak hanya akan belajar “bagaimana mengelola”, tetapi juga “bagaimana menganalisis dan mengambil keputusan berbasis data.”
Meski prospeknya menjanjikan, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan: kualitas implementasi. Banyak program studi baru yang secara konsep terlihat kuat, tetapi kurang optimal dalam eksekusi—baik dari sisi kurikulum yang tidak adaptif, metode pengajaran yang ketinggalan, hingga minimnya koneksi dengan industri.”
Kehadiran Prodi Magister Manajemen UIN Jakarta adalah langkah strategis yang patut diapresiasi. Di satu sisi, ia membuka peluang bagi individu untuk meningkatkan kapasitas diri. Di sisi lain, ia berpotensi menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan manajemen di Indonesia.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah program ini akan dibuka, tetapi seberapa besar dampak yang akan dihasilkan. Dan itu, pada akhirnya, akan ditentukan oleh bagaimana program ini dijalankan. Kalau dieksekusi dengan serius, bukan tidak mungkin Prodi MM UIN Jakarta akan menjadi salah satu rujukan baru dalam pendidikan manajemen di Indonesia.
Diposting Oleh:
Erna SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami