Tim Triathlon Indonesia Raih Juara Umum SEA Games Thailand 2025, Menajer Timnas Ungkap Strategi dan Tantangan ke Depan
01 Apr 2026
30 Mar 2026
Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) mengkaji dan mengembangkan sistem perencanaan yang memastikan pembangunan wilayah dan perkotaan yang teratur, berkelanjutan, dan berkualitas. Perencana kota yang kompeten tidak hanya bisa membuat rencana tata ruang yang sesuai regulasi, tetapi memahami dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membentuk perkembangan kota, mampu merancang kebijakan yang memecahkan masalah perkotaan secara komprehensif, dan memfasilitasi proses partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan. Di Indonesia yang sedang menghadapi urbanisasi yang pesat, perencana kota yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi PWK dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pemerintah daerah, Kementerian ATR/BPN, dan lembaga yang membutuhkan perencana kota yang kompeten.
Smart city planning dan urban digital twins, climate-adaptive urban design, transit-oriented development dan walkable city design, inclusive urban planning dan participatory design, serta urban data analytics dan planning decision support systems adalah kompetensi perencana kota modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan perencanaan kota Indonesia yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap perubahan iklim.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Urban/Regional Planner di pemerintah daerah yang menyusun RTRW dan RDTR; Urban Development Consultant di konsultan perencana yang merancang kawasan; Policy Analyst di Kementerian ATR/BPN yang mengkaji kebijakan tata ruang; serta Urban Research Specialist di lembaga riset yang mengkaji isu-isu perkotaan Indonesia.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, standar IAP (Ikatan Ahli Perencanaan), dan regulasi ATR/BPN. Contoh CPL: Mampu melaksanakan analisis kondisi wilayah/kota yang komprehensif (analisis fisik, sosial, ekonomi, lingkungan) menggunakan berbagai metode analisis yang menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang permasalahan dan potensi wilayah, menyusun rencana tata ruang wilayah/kota (RTRW, RDTR) yang memenuhi persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku menggunakan data dan analisis yang valid, menggunakan software perencanaan (ArcGIS, SketchUp, AutoCAD) dan GIS untuk analisis spasial, pemodelan, dan visualisasi rencana kota yang komunikatif, serta memfasilitasi proses perencanaan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara inklusif dan menghasilkan rencana yang mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Libatkan pemerintah daerah, ATR/BPN, IAP, konsultan perencana, dan komunitas perencana kota dalam validasi PL dan CPL. Rancang studio perencanaan terstruktur dengan kasus nyata dan magang di pemerintah/konsultan sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi urban analysis methods, spatial planning GIS, dan participatory planning facilitation dalam CPL. Masukkan smart city planning tools dan AI-assisted urban simulation sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan regulasi tata ruang dan kebutuhan perencanaan kota Indonesia.
Prodi PWK yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan perencana kota yang tidak hanya kompeten dalam teknis perencanaan, tetapi juga memiliki visi tentang kota yang berpihak pada semua warganya termasuk yang paling rentan, kepekaan terhadap keberagaman kebutuhan dan aspirasi masyarakat urban, dan komitmen untuk memastikan bahwa setiap kota Indonesia tumbuh dengan terencana, berkeadilan, dan mewariskan kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program PWK dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem perencanaan kota nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami