Artikel | Berita | Dunia Kampus
Mahasiswa & Dosen UHO Kuliah Daring Setiap Jumat, Plt Rektor: Bukan Liburan!
08 Apr 2026
Gizi mengkaji hubungan antara makanan, nutrisi, dan kesehatan manusia sepanjang siklus hidup. Ahli gizi yang kompeten tidak hanya hafal komposisi nutrisi berbagai makanan, tetapi mampu mengkaji status gizi individu dan populasi secara komprehensif, merancang intervensi gizi yang efektif dan berbasis bukti, memberikan konseling gizi yang memotivasi perubahan perilaku makan yang sehat, mengelola penyelenggaraan makanan institusi yang memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, dan berkontribusi pada pengentasan masalah gizi Indonesia. Di Indonesia yang masih menghadapi beban ganda malnutrisi, ahli gizi yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Gizi dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan RS, puskesmas, Kemenkes, industri pangan, dan komunitas yang membutuhkan ahli gizi yang kompeten.
Precision nutrition dan nutrigenomics, plant-based diets dan sustainable food systems, gut microbiome dan metabolic health, digital nutrition counseling dan food apps, serta community-based nutrition interventions dan social determinants of health adalah kompetensi ahli gizi modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan penanganan masalah gizi Indonesia yang komprehensif dan berbasis bukti ilmiah.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Ahli Gizi Klinik di RS yang memberikan asuhan gizi kepada pasien rawat inap dan rawat jalan; Nutritionist di puskesmas yang mengelola program gizi masyarakat; Food Service Manager di institusi yang mengelola penyelenggaraan makanan massal; serta Nutrition Researcher yang mengkaji hubungan gizi dan kesehatan populasi.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari PERSAGI dan Kemenkes Indonesia. Contoh CPL: Mampu melaksanakan asesmen status gizi menggunakan metode antropometri, biokimia, klinis, dan dietary yang komprehensif yang menghasilkan gambaran status gizi yang akurat sebagai dasar intervensi, merancang dan mengimplementasikan intervensi gizi (diet terapi, edukasi gizi, suplementasi) berbasis bukti yang sesuai kondisi klinis atau masalah gizi yang dihadapi yang menghasilkan perbaikan status gizi yang terukur, melaksanakan konseling gizi menggunakan pendekatan motivational interviewing dan teknik komunikasi perubahan perilaku yang efektif yang membantu klien mengadopsi pola makan yang lebih sehat secara berkelanjutan, serta merancang dan mengelola penyelenggaraan makanan institusi yang memenuhi standar gizi, keamanan pangan (HACCP), dan anggaran yang menghasilkan makanan yang bergizi, aman, dan dapat diterima konsumen.
Libatkan PERSAGI, Kemenkes, RS, puskesmas, industri pangan, dan komunitas ahli gizi Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang PKL gizi terstruktur di berbagai setting klinis dan komunitas sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi nutritional assessment tools, medical nutrition therapy, dan food service management dalam CPL. Masukkan nutrigenomics dan AI-powered dietary analysis sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan ilmu gizi dan kebutuhan penanganan masalah gizi Indonesia.
Prodi Gizi yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan ahli gizi yang tidak hanya kompeten dalam ilmu dan praktek gizi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masalah gizi yang masih banyak dialami rakyat Indonesia, kemampuan untuk mendampingi perubahan perilaku makan dengan empati dan tanpa menghakimi, dan semangat untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia tumbuh dengan gizi yang cukup dan setiap warga memiliki akses terhadap makanan yang sehat dan bergizi. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program gizi dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem kesehatan nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami