Artikel | Berita | Dunia Kampus
Keamanan Siber untuk Kerja Jarak Jauh
10 Apr 2026
06 Apr 2026
Pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) mengkaji dan mengembangkan kemampuan mengajarkan ilmu sosial secara terpadu kepada peserta didik SMP: geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi yang diintegrasikan untuk membantu siswa memahami fenomena sosial dan masyarakat secara holistik. Guru IPS yang kompeten tidak hanya bisa menyampaikan materi tentang peta dan peristiwa sejarah, tetapi mampu merancang pembelajaran IPS yang kontekstual dan bermakna menggunakan pendekatan inkuiri sosial, mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial secara kohesif dalam satu pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir sosial dan kewarganegaraan siswa, dan berkontribusi pada pemahaman siswa tentang dunia sosial yang kompleks. Di Indonesia yang terus menghadapi perubahan sosial yang cepat, guru IPS yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Pendidikan IPS dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan SMP, Kemendikbud, dan komunitas yang membutuhkan guru IPS yang kompeten.
Civic engagement dan community inquiry projects, digital social studies dan geospatial technology for education, social-emotional learning integration dalam IPS, historical thinking dan argumentation skills, serta global citizenship education dan SDGs adalah kompetensi guru IPS modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pendidikan IPS Indonesia yang mengembangkan literasi sosial siswa yang kritis.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Guru IPS di SMP yang mengintegrasikan ilmu sosial dalam pembelajaran yang bermakna; Social Studies Curriculum Developer yang mengembangkan kurikulum IPS berbasis Kurikulum Merdeka; Community Development Educator yang menggunakan pendekatan IPS untuk pendidikan masyarakat; serta Educational Research Specialist yang mengkaji efektivitas pembelajaran IPS.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari Kemendikbud dan komunitas guru IPS Indonesia. Contoh CPL: Mampu merancang pembelajaran IPS terpadu yang mengintegrasikan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi secara kohesif dan kontekstual menggunakan pendekatan inkuiri sosial yang menghasilkan pemahaman siswa yang holistik tentang fenomena sosial di sekitarnya, melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir historis, spatial, ekonomis, dan sosiologis siswa menggunakan sumber dan media pembelajaran yang autentik yang menghasilkan kemampuan analisis sosial yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang kritis, merancang proyek pembelajaran berbasis masalah sosial nyata yang mendorong siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan IPS dalam pemecahan masalah komunitas yang menghasilkan keterlibatan siswa yang bermakna dengan isu sosial di sekitarnya, serta mengevaluasi pembelajaran IPS menggunakan asesmen autentik yang mengukur kemampuan berpikir sosial tingkat tinggi yang menghasilkan data yang valid tentang perkembangan literasi sosial siswa.
Libatkan SMP, Kemendikbud, MGMP IPS, dan komunitas guru IPS Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang PPL terstruktur di SMP dan proyek pembelajaran IPS berbasis komunitas sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi integrated social studies pedagogy, social inquiry learning, dan social studies assessment dalam CPL. Masukkan geospatial technology untuk kelas IPS dan digital social studies resources sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai Kurikulum Merdeka dan perkembangan pendidikan IPS Indonesia.
Prodi Pendidikan IPS yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan guru IPS yang tidak hanya kompeten dalam ilmu-ilmu sosial dan pedagogi, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap kompleksitas dan keindahan dunia sosial yang tak habisnya untuk dijelajahi, kepekaan terhadap isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan siswa dan komunitas mereka, dan komitmen untuk membentuk generasi Indonesia yang tidak hanya memahami masyarakat tetapi juga aktif berkontribusi untuk memperbaikinya. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program pendidikan IPS dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang siap PPG.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami