Artikel | Berita | Dunia Kampus
Mahasiswa & Dosen UHO Kuliah Daring Setiap Jumat, Plt Rektor: Bukan Liburan!
08 Apr 2026
06 Apr 2026
Pendidikan Seni mengkaji dan mengembangkan kemampuan mengajarkan seni rupa, musik, tari, dan drama kepada peserta didik sebagai medium ekspresi, kreativitas, dan apresiasi estetik. Guru pendidikan seni yang kompeten tidak hanya bisa membuat karya seni sendiri, tetapi mampu merancang pembelajaran seni yang mengembangkan kreativitas dan ekspresi artistik siswa, mengajarkan keterampilan seni secara bertahap dan sesuai perkembangan, membantu siswa mengapresiasi karya seni dari berbagai budaya dan tradisi, mengintegrasikan seni dengan mata pelajaran lain secara kreatif, dan berkontribusi pada pengembangan sensibilitas estetik dan kreativitas generasi Indonesia. Di Indonesia dengan kekayaan seni yang luar biasa, guru pendidikan seni yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Pendidikan Seni dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan sekolah, Kemendikbud, dan komunitas yang membutuhkan guru pendidikan seni yang kompeten.
Arts integration dan STEAM learning, digital art tools dan creative technology, community arts dan social practice art, arts-based research dan arts therapy, serta cultural heritage preservation melalui seni adalah kompetensi guru pendidikan seni modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pendidikan seni Indonesia yang mengembangkan kreativitas dan identitas budaya.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Guru Seni di sekolah yang mengembangkan kreativitas dan apresiasi seni siswa; Arts Educator di sanggar seni atau lembaga budaya; Community Arts Facilitator yang menggunakan seni untuk pemberdayaan komunitas; serta Arts Curriculum Developer yang mengembangkan kurikulum dan program seni.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari Kemendikbud dan komunitas guru pendidikan seni Indonesia. Contoh CPL: Mampu merancang pembelajaran seni yang mengembangkan kemampuan eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi estetik siswa menggunakan pendekatan proses kreatif yang menghasilkan pengalaman belajar yang membebaskan kreativitas siswa dalam medium seni yang relevan, mengajarkan keterampilan dan teknik seni (rupa, musik, tari, atau drama) secara bertahap dan sesuai tahap perkembangan siswa menggunakan scaffolding yang tepat yang menghasilkan penguasaan keterampilan yang memungkinkan ekspresi artistik yang semakin kaya, memfasilitasi apresiasi karya seni dari berbagai tradisi dan budaya Indonesia dan dunia menggunakan pendekatan visual/aural/kinesthetic yang menghasilkan kepekaan estetik dan penghargaan terhadap keragaman ekspresi artistik manusia, serta mengintegrasikan pembelajaran seni dengan konteks kehidupan nyata dan mata pelajaran lain menggunakan pendekatan arts integration yang menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna dan holistik.
Libatkan sekolah, Kemendikbud, Bekraf, seniman komunitas, dan komunitas guru pendidikan seni Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang PPL terstruktur di sekolah dan praktik studio seni sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi arts pedagogy, artistic skills, dan arts appreciation dalam CPL. Masukkan digital art tools dan arts integration approaches sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai Kurikulum Merdeka dan perkembangan pendidikan seni Indonesia.
Prodi Pendidikan Seni yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan guru pendidikan seni yang tidak hanya kompeten dalam keterampilan seni dan pedagogi, tetapi juga memiliki keyakinan bahwa setiap anak adalah seniman yang menunggu untuk dibebaskan kreativitasnya, kepekaan estetik yang memungkinkan membimbing perkembangan artistik siswa dengan penuh nuansa, dan komitmen untuk menjadikan kelas seni sebagai ruang paling bebas dan membahagiakan di sekolah karena di sinilah imajinasi anak-anak Indonesia dapat terbang tanpa batas. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program pendidikan seni dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang siap PPG.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami