Kontak Kami

Berita

Tips Susun Kurikulum OBE, PL, dan CPL Prodi Budidaya Perairan yang Tepat dan Relevan

08 Apr 2026

Budidaya Perairan (Akuakultur) mengkaji ilmu dan teknologi pemeliharaan dan pembesaran organisme akuatik (ikan, udang, kerang, rumput laut) di lingkungan terkontrol. Sarjana akuakultur yang kompeten tidak hanya bisa memelihara ikan, tetapi mampu merancang sistem budidaya yang efisien dan berkelanjutan, mengelola kualitas air dan kesehatan organisme budidaya, mengaplikasikan teknologi reproduksi dan genetika untuk pemuliaan, mengelola pakan dan nutrisi akuatik secara optimal, dan berkontribusi pada produksi perikanan budidaya Indonesia yang kompetitif di pasar global. Di Indonesia sebagai produsen akuakultur terbesar dunia, sarjana budidaya perairan yang kompeten sangat strategis.

Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Budidaya Perairan dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri perikanan budidaya, KKP, BRIN, dan lembaga yang membutuhkan sarjana akuakultur yang kompeten.

Mengapa Prodi Budidaya Perairan Perlu OBE?

Recirculating Aquaculture Systems (RAS) dan precision aquaculture, integrated multi-trophic aquaculture (IMTA), aquatic genomics dan selective breeding, disease management dan probiotics/prebiotics, serta aquaculture certification dan sustainable aquaculture standards adalah kompetensi sarjana akuakultur modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri akuakultur Indonesia yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Merumuskan PL Prodi Budidaya Perairan

Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Aquaculture Farm Manager yang mengelola operasional tambak/keramba budidaya ikan/udang; Aquaculture Technician di perusahaan pengolahan ikan yang mengelola kualitas bahan baku; Fish Health Specialist yang mengelola kesehatan dan pencegahan penyakit ikan budidaya; serta Aquaculture Researcher di BRIN/BBPBAT yang mengkaji teknologi budidaya terbaru.

Menyusun CPL Prodi Budidaya Perairan

CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari HNBP (Himpunan Nasional Budidaya Perairan). Contoh CPL: Mampu merancang dan mengelola sistem budidaya perairan menggunakan prinsip akuakultur yang menghasilkan sistem produksi yang efisien, produktif, dan berkelanjutan sesuai target komoditas dan kapasitas yang ditetapkan, mengelola kualitas air dalam sistem budidaya menggunakan monitoring dan manajemen parameter fisiko-kimia-biologi yang menghasilkan kondisi optimal bagi pertumbuhan dan kesehatan organisme budidaya, mengidentifikasi dan menangani penyakit ikan dan organisme akuatik menggunakan diagnosa klinis dan laboratoris yang menghasilkan penanganan yang tepat dan efektif yang meminimalkan kerugian ekonomi, serta mengelola reproduksi dan pembenihan organisme akuatik menggunakan teknologi pemijahan dan manajemen induk yang menghasilkan benih berkualitas tinggi dalam jumlah yang memenuhi kebutuhan produksi.

Tips Praktis OBE untuk Prodi Budidaya Perairan

Libatkan KKP, perusahaan udang/ikan, BRIN, BBPBAT, HNBP, dan komunitas pembudidaya Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang praktik budidaya terstruktur di berbagai sistem dan magang di perusahaan akuakultur sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi aquaculture system design, water quality management, dan fish health management dalam CPL. Masukkan precision aquaculture technology dan sustainable aquaculture certification sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan teknologi akuakultur dan standar industri Indonesia.

Sarjana Budidaya Perairan yang Siap Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pemimpin Akuakultur Dunia yang Produktif dan Berkelanjutan

Prodi Budidaya Perairan yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan sarjana yang tidak hanya kompeten dalam teknologi dan manajemen akuakultur, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem perairan yang harus dijaga keseimbangannya agar produksi akuakultur bisa berkelanjutan jangka panjang, kemampuan inovasi yang mendorong adopsi teknologi akuakultur terbaru yang meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan keberlanjutan, dan kebanggaan sebagai bagian dari industri yang menopang ketahanan pangan protein hewani nasional. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program budidaya perairan dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di industri akuakultur nasional dan global.


Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook

Diposting Oleh:

ilhamfe45465277

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

[LIVE] Strategi Penyusunan Artikel Jurnal Bereputasi untuk Indeks SINTA | Webinar SEVIMA Sesi 3

Mari Diskusi