Artikel | Berita | Dunia Kampus
Monitoring Pelaporan PDDikti dari Satu Dashboard
20 Apr 2026
14 Apr 2026
Ilmu Al-Quran dan Tafsir mengkaji metodologi dan praktik memahami, menafsirkan, dan mengaplikasikan Al-Quran: ulumul Quran (sejarah, pembukuan, qiraat), ilmu tafsir (metode dan aliran penafsiran), tafsir tematik, tafsir kontemporer, hermeneutika Al-Quran, studi living Quran, dan pendidikan Al-Quran. Sarjana IAT yang kompeten tidak hanya hafal Al-Quran, tetapi mampu menganalisis teks Al-Quran menggunakan berbagai pendekatan tafsir yang metodologis, memahami konteks historis dan budaya penurunan wahyu, menafsirkan Al-Quran secara kontekstual untuk menjawab tantangan kontemporer, mengkomunikasikan pemahaman Al-Quran kepada berbagai khalayak, dan berkontribusi pada pengembangan kajian Al-Quran yang progresif dan relevan. Di Indonesia yang sangat menghormati Al-Quran, sarjana IAT yang kompeten sangat berharga.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi IAT dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan lembaga pendidikan Islam, Kemenag, komunitas Muslim, dan lembaga yang membutuhkan sarjana IAT yang kompeten.
Digital Quran studies dan corpus linguistics Al-Quran, comparative religion dan interfaith Quranic dialogue, feminist Quranic hermeneutics dan gender-just tafsir, eco-theology dan environmental Quranic ethics, serta Quran and science dialogue dan scientific exegesis adalah kompetensi sarjana IAT modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan kajian Al-Quran Indonesia yang mendalam secara ilmiah dan relevan secara kontekstual.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Mufassir/Ahli Tafsir di lembaga pengkajian Islam yang menafsirkan Al-Quran secara metodologis; Dosen IAT di perguruan tinggi Islam yang mengajarkan ilmu Al-Quran dan tafsir; Peneliti Studi Al-Quran yang mengkaji fenomena dan metodologi penafsiran; serta Da’i/Penceramah Qurani yang mengkomunikasikan pesan Al-Quran kepada masyarakat luas.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari komunitas kajian Al-Quran Indonesia. Contoh CPL: Mampu menganalisis teks Al-Quran menggunakan kaidah-kaidah ulumul Quran yang relevan yang menghasilkan pemahaman yang metodologis dan terhindar dari penafsiran yang sewenang-wenang atau bertentangan dengan kaidah-kaidah yang disepakati, menafsirkan ayat-ayat Al-Quran menggunakan metode tafsir yang sesuai (tahlili, ijmali, muqaran, maudhu’i) yang menghasilkan penafsiran yang kohesif, kontekstual, dan mempertimbangkan berbagai tradisi penafsiran yang relevan, mengaplikasikan pemahaman Al-Quran untuk merespons permasalahan kontemporer (sosial, lingkungan, gender, sains) menggunakan pendekatan tafsir yang metodologis dan kontekstual yang menghasilkan respons yang berbasis Al-Quran namun relevan dan dapat diterima akal, serta mengkomunikasikan kajian dan pemahaman Al-Quran kepada berbagai audiens menggunakan bahasa dan media yang sesuai yang menghasilkan pemahaman yang akurat dan mendalam tentang pesan Al-Quran yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Libatkan Kemenag, lembaga pengkajian Al-Quran, pesantren, komunitas ulama tafsir, dan akademisi IAT Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang praktik tafsir terstruktur dan penelitian ayat-ayat tematik sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi Quranic text analysis, tafsir methodology, dan contemporary Quranic application dalam CPL. Masukkan digital Quran corpus linguistics dan comparative Quranic hermeneutics sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan metodologi tafsir dan kebutuhan kajian Al-Quran Indonesia.
Prodi IAT yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan sarjana yang tidak hanya menguasai ilmu Al-Quran dan tafsir, tetapi juga memiliki kerendahan hati intelektual yang mengakui bahwa Al-Quran memiliki kedalaman yang tidak mungkin dipahami secara tuntas oleh satu generasi saja sehingga kajian harus terus berlanjut dengan pendekatan yang semakin metodologis, keberanian untuk menyampaikan penafsiran yang berbeda dari tradisi jika didukung oleh argumen metodologis yang kuat, dan keyakinan bahwa Al-Quran yang dipahami dengan benar adalah petunjuk yang relevan untuk semua zaman dan tempat. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program IAT dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem kajian Islam nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami