Ditpolairud Kaltim Bersama Mahasiswa STIEPAN Bersinergi Lestarikan Mangrove di Balikpapan Timur
20 Apr 2026
14 Apr 2026
Pendidikan IPS mengkaji teori dan praktik pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah: geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi dalam kerangka pendidikan IPS terpadu, pedagogi IPS, kurikulum IPS, kajian masyarakat dan lingkungan, literasi sosial, pendidikan kewarganegaraan global, dan penelitian pendidikan IPS. Guru IPS yang kompeten tidak hanya bisa menjelaskan fakta sejarah dan geografi, tetapi mampu merancang pembelajaran IPS yang mengembangkan pemikiran kritis dan kepedulian sosial siswa, melaksanakan pembelajaran yang mengaitkan konten IPS dengan kehidupan nyata siswa, menggunakan pendekatan inkuiri yang membangun kemampuan berpikir kewarganegaraan, membimbing siswa memahami isu-isu sosial kontemporer, dan berkontribusi pada pembentukan warga negara Indonesia yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap sesama. Di Indonesia yang menghadapi berbagai isu sosial yang kompleks, guru IPS yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Pendidikan IPS dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan sekolah, Kemendikbud, dan komunitas yang membutuhkan guru IPS yang kompeten.
Global citizenship education dan SDGs integration dalam IPS, digital social studies dan historical thinking with digital sources, place-based education dan local inquiry, social justice pedagogy dan anti-bias education, serta futures thinking dan scenario-based social learning adalah kompetensi guru IPS modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan pembelajaran IPS Indonesia yang mengembangkan pemikiran kritis, empati sosial, dan kepedulian kewarganegaraan.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Guru IPS di SMP yang mengembangkan pemikiran sosial dan kewarganegaraan siswa; Pengembang Kurikulum IPS di Kemendikbud yang merancang kurikulum IPS yang relevan; Peneliti Pendidikan IPS yang mengkaji efektivitas metode pembelajaran sosial; serta Community Educator yang mengembangkan literasi sosial masyarakat.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari komunitas pendidikan IPS Indonesia. Contoh CPL: Mampu merancang pembelajaran IPS terpadu yang mengintegrasikan perspektif geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi dalam tema yang bermakna menggunakan pendekatan inkuiri yang menghasilkan pembelajaran yang mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara manusia, lingkungan, dan masyarakat, melaksanakan pembelajaran IPS yang mengembangkan pemikiran kritis dan perspektif multipel tentang isu-isu sosial menggunakan sumber primer dan kontroversial yang sesuai menghasilkan siswa yang mampu menganalisis isu sosial dari berbagai sudut pandang dan membentuk opini yang berdasarkan bukti, membimbing siswa untuk menghubungkan konsep IPS dengan isu-isu lokal, nasional, dan global yang relevan menggunakan pendekatan kontekstual yang menghasilkan pemahaman yang bermakna tentang relevansi IPS bagi kehidupan siswa dan masyarakat, serta merancang penilaian IPS yang mengukur pemahaman konseptual dan kecakapan berpikir kewarganegaraan menggunakan instrumen yang autentik yang menghasilkan gambaran yang akurat tentang perkembangan literasi sosial dan kewarganegaraan siswa.
Libatkan MGMP IPS, sekolah mitra, Kemendikbud, komunitas pendidik IPS, dan organisasi kewarganegaraan Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang PPL IPS yang terstruktur dan proyek layanan masyarakat sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi integrated social studies pedagogy, critical inquiry, dan civic education dalam CPL. Masukkan global citizenship education dan digital historical thinking sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan kurikulum dan kebutuhan pembelajaran IPS Indonesia.
Prodi Pendidikan IPS yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan guru IPS yang tidak hanya kompeten dalam konten dan pedagogi IPS, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap keadilan sosial yang membuat mereka tidak hanya mengajarkan IPS sebagai kumpulan fakta tapi sebagai kacamata untuk melihat dan memahami dunia secara kritis, kemampuan untuk menjembatani jurang antara teori akademis dan realitas kehidupan siswa sehingga IPS terasa relevan dan bermakna, dan keyakinan bahwa generasi muda Indonesia yang memiliki pemikiran sosial yang matang adalah modal terpenting bagi demokrasi dan kemajuan bangsa. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program pendidikan IPS dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem pendidikan nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami