Ditpolairud Kaltim Bersama Mahasiswa STIEPAN Bersinergi Lestarikan Mangrove di Balikpapan Timur
20 Apr 2026
SEVIMA — Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam prosesi wisuda tahun ini, yakni dalam pemanggilan para wisudawan dan wisudawati.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiwaan dan Alumni Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, di Semarang, Jumat, menjelaskan bahwa prosesi wisuda periode I/2026 memang berbeda.
“Kami memang ingin ada sesuatu yang baru, salah satunya pemanfaatan AI. Jadi, nanti MC (master of ceremony) akan duduk manis (saat memanggil lulusan),” katanya.
Sebagai gantinya, pemanggilan nama wisudawan dan wisudawati pada upacara wisuda yang akan berlangsung Sabtu (11/4) besok akan diprogram menggunakan AI.
“Wisudawan cukup nge-‘tap’ jempol di mesin ‘fingerprint’. Data akan terkoneksi. Jadi, yang datang dan registrasi akan ter-‘link’ saat pemanggilan,” katanya.
Nantinya, kata dia, AI akan membantu penyebutan nama wisudawan dan wisudawati, beserta indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diraih, serta predikat, misalnya cumlaude.
“Pada acara besok (wisuda, red.), AI akan menjadi temen. Dimanfaatkan bekerja secara estetik. Menghadapi teknologi, AI harus dimanfaatkan dan memberikan sesuatu yang baru,” katanya.
Bahkan, kata dia, penggunaan AI dalam pemanggilan wisudawan mampu menghemat waktu yang biasanya sekali pemanggilan nama membutuhkan 13 detik.
“Kami uji coba kemarin hanya 11 detik (setiap nama, red.). Biasanya 13 detik. Bisa hemat 2 detik. Kalau dikalikan jumlah wisudawan kan lumayan,” katanya.
Pada Wisuda I/2026, Unika Soegijapranata akan meluluskan sebanyak 523 lulusan dari program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2 dan S3) yang dibagi dalam dua sesi.
Berta menambahkan bahwa rata-rata masa studi mahasiswa S1 selama empat tahun, dengan 81 persen di antaranya lulus tepat waktu dan masa tunggu mendapatkan pekerjaan adalah 0,55 bulan.
Ketua Panitia Wisuda I/2026 Unika Soegijapranata Michael Raja Saputra Natanegara menambahkan bahwa wisuda kali ini mengangkat harmonisasi dalam keberagaman.
Di antaranya, melalui penampilan Tari Bajidor Kahot, yakni tari kreasi baru yang menggabungkan unsur tari tradisional Ketuk Tilu dan Jaipongan dengan iringan gamelan Sunda-Bali.
“Kemudian, penampilan mahasiswa yang menyanyikan lagu ‘Menggapai Mimpi’. Ini merupakan implementasi Paskah,” katanya.
Selain penggunaan AI, Unika Soegijapranata juga menganjurkan untuk tidak mengirimkan papan bunga, serta penggunaan tumbler atau botol minum pada proses wisuda kali ini.
“Kalau bunga (tanaman, red.) hidup boleh. Kami akan sediakan tempat khusus untuk menaruhnya nanti, misalnya bunga anggrek,” katanya.
Sumber: ANTARAJATENG
Diposting Oleh:
Helfida SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami