Artikel | Berita | Dunia Kampus
Pelaporan Perguruan Tinggi Digital Bukan Lagi Opsi
17 Apr 2026
15 Apr 2026
SEVIMA — Mahasiswa Universitas Adzkia yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan “Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun Anggaran 2026.” Kegiatan ini dilaksanakan di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang selama satu bulan penuh, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026.
Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (ormawa) Universitas Adzkia tersebut tergabung dalam tim Mahasiswa Berdampak – Adzkia Bergerak, yang berkolaborasi bersama masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan dan pemulihan sosial pascabencana.
Program ini merupakan bagian dari program pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang bertujuan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa Universitas Adzkia melaksanakan sejumlah program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satu program utama adalah pelatihan produksi minuman herbal yang melibatkan kelompok ibu-ibu PKK di wilayah Batu Busuk. Dalam kegiatan ini masyarakat diperkenalkan berbagai bahan herbal seperti jahe, kunyit, dan sereh serta dilatih mengolahnya menjadi minuman sehat yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus potensi ekonomi.
Melalui rangkaian pelatihan tersebut, masyarakat berhasil menghasilkan empat jenis produk minuman herbal yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis bahan alami lokal.
Selain pelatihan produksi herbal, mahasiswa juga memperkenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat produksi herbal guna membantu masyarakat meningkatkan efisiensi proses produksi. Tim mahasiswa juga mengembangkan program bank sampah berbasis rumah maggot sebagai upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan mitigasi bencana melalui pemasangan plang jalur evakuasi serta baliho edukasi mitigasi bencana di beberapa titik strategis di kawasan Batu Busuk.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dari program ini melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana, yang dilaksanakan melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan yang bertujuan mengembalikan keceriaan anak-anak.
Ketua Pelaksana kegiatan, Relifra, SE., M.M., menyampaikan bahwa program Mahasiswa Berdampak tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
“Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga belajar memahami persoalan sosial dan berupaya menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Relifra.
Menurutnya, selama satu bulan berada di lokasi kegiatan, mahasiswa menghadapi berbagai keterbatasan. Namun hal tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang memperkuat nilai empati, kepedulian, dan semangat pengabdian.
“Mahasiswa hidup bersama masyarakat dan belajar dari kehidupan nyata di tengah masyarakat. Hubungan yang terjalin bahkan terasa sangat dekat, seperti hubungan orang tua dan anak,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa Universitas Adzkia bersama masyarakat Batu Busuk melaksanakan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan terima kasih atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan program. Pada kesempatan tersebut mahasiswa juga menyerahkan kenang-kenangan kepada masyarakat yang berasal dari hasil donasi.
Meskipun kegiatan lapangan telah berakhir pada 28 Februari 2026, pelaksanaan program masih akan berlanjut hingga 20 Maret 2026 untuk penyempurnaan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan.
Universitas Adzkia berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Batu Busuk, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Sumber: infosumbar
Diposting Oleh:
Helfida SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami