Perkuat Komitmen Kampus Inklusif, Unisba Gelar Koordinasi dan Penguatan Inklusi Layanan Disabilitas
29 Apr 2026
SEVIMA – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menginisiasi langkah strategis dalam menyatukan kekuatan akademik dan nilai religius melalui gelaran “Gema Mujahadah Kubro”, Jumat (24/4/2026). Bertempat di Aula UT Purwokerto, acara yang melibatkan sekitar 2.000 peserta ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dengan institusi pondok pesantren.
Kegiatan yang diawali dengan salat Subuh berjemaah dan Khatmil Quran oleh para santri ini memuncak pada sesi Mujahadah Dzikrul Ghofilin. Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan pengejawantahan dari prinsip “Berpikir Ilmiah, Beramal Amaliyah”.
Prasetyarti menyoroti peran UT sebagai institusi pendidikan yang fleksibel dan inklusif. Menurutnya, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diusung UT adalah solusi bagi warga pesantren untuk meraih gelar sarjana tanpa harus meninggalkan pengabdian di pondok.
“UT hadir untuk memastikan bahwa tidak ada sekat bagi santri dalam mengakses pendidikan tinggi. Kami memegang teguh semangat ‘Iqra’—semangat untuk membaca dan belajar—sebagaimana fatwa para ulama yang menjadi rujukan kami dalam melangkah,” ujar Prasetyarti, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan sebangsa) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) menjadi landasan UT dalam melakukan pengabdian masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Tinggarjaya Purwokerto, KH. Ahmad Sobri, menekankan pentingnya integrasi antara akhlak pesantren dan ilmu pengetahuan universitas. Menurutnya, sinergi ini adalah syarat mutlak melahirkan generasi yang “Alim sekaligus Ilmiah” untuk menghadapi tantangan global.
“Pesantren adalah pusat pembentukan karakter, dan perguruan tinggi adalah pusat pengembangan ilmu. Ketika keduanya bersatu, kita sedang membangun fondasi kokoh untuk Indonesia Emas 2045,” tutur KH. Ahmad Sobri dalam tausiyahnya.
Di tengah dinamika global dan ketidakstabilan kebijakan yang berdampak pada masyarakat, Mujahadah Kubro ini juga difokuskan sebagai ruang doa bersama untuk keselamatan bangsa. Isu-isu mulai dari mitigasi bencana alam, kelancaran ibadah haji, hingga konflik sosial menjadi pokok doa yang dipanjatkan oleh ribuan jemaah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyumas, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perguruan tinggi mitra seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan UIN Saizu. Sebagai tindak lanjut, UT Purwokerto berencana mengembangkan forum halaqah sebagai ruang diskusi keilmuan dan keumatan yang lebih mendalam secara berkelanjutan.
Diposting Oleh:
Erna SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami