Meriah dan Inspiratif, Universitas Nias Sukses Gelar Peringatan Hardiknas 2026
05 Mei 2026
SEVIMA – Rektor Universitas Dehasen Bengkulu (UNIVED) bersama sejumlah rektor dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Bengkulu menjadi narasumber dalam Lokakarya Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan pada 11 Maret 2026 di Hotel Santika Bengkulu.
Kegiatan ini menghadirkan para pimpinan perguruan tinggi sebagai narasumber untuk membahas peran akademisi dalam mendukung pengelolaan dan pelestarian ekosistem mangrove di wilayah Bengkulu. Lokakarya tersebut juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.
Dalam pemaparannya, Rektor UNIVED menekankan bahwa ekosistem mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat pesisir. Berdasarkan hasil penelitian di kawasan mangrove Bengkulu, nilai ekonomi total ekosistem mangrove diperkirakan mencapai sekitar Rp561 juta per bulan atau lebih dari Rp6,7 miliar per tahun, yang sebagian besar berasal dari sektor perikanan seperti ikan, udang, kerang, dan kepiting yang menjadikan mangrove sebagai habitat penting.
Selain itu, mangrove juga berperan sebagai pelindung alami wilayah pesisir, karena mampu menahan gelombang laut, mengurangi abrasi, serta melindungi permukiman masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan mangrove dinilai sebagai infrastruktur alami yang sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir.
Rektor UNIVED juga menyampaikan beberapa langkah strategis dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan, di antaranya pengembangan ekowisata mangrove, penguatan UMKM berbasis mangrove, peningkatan riset dan inovasi perguruan tinggi, serta penguatan kolaborasi multipihak antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan sektor swasta.
“Kampus memiliki tanggung jawab untuk mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang mendukung pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan lokakarya juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara perguruan tinggi di Bengkulu dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Bengkulu sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelestarian mangrove melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut diharapkan perguruan tinggi dapat semakin berperan aktif dalam memberikan kontribusi ilmiah dan inovasi dalam pengelolaan mangrove, sehingga ekosistem mangrove di Bengkulu dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sumber: unived.ac.id
Diposting Oleh:
Yasmin SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami