Kontak Kami

Artikel | Berita

Sazkia Mahasiswi UNLIP Sukabumi Jadi Duta Google 2026, Siap Bangun Ekosistem Digital Kampus

20 Mei 2026

SEVIMA – Prestasi membanggakan diraih Universitas Linggabuana PGRI (UNLIP) Sukabumi. Salah satu mahasiswinya, Sazkia Salsabila, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026, program global bergengsi yang menjadikan mahasiswa sebagai penghubung resmi Google di lingkungan kampus.

Para ambassador tersebut memegang peran penting dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di kampus. Mereka tidak hanya mengenalkan berbagai inovasi digital, tetapi juga aktif menginisiasi workshop dan pelatihan guna mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi secara optimal dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi Sazkia, capaian ini menjadi pengalaman yang sarat emosi sekaligus di luar dugaan. Ia mengaku sempat merasa minder saat melihat kompetensi kandidat lain yang dinilainya sangat kuat dan kompetitif.

“Awalnya saya merasa minder karena melihat kandidat lain punya pengalaman dan prestasi yang luar biasa. Tapi saat dinyatakan lolos, perasaan itu berubah menjadi motivasi besar untuk membuktikan bahwa saya layak dipilih,” ujarnya.

Proses seleksi GSA sendiri tidaklah mudah. Tahapan awal dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan tantangan utama berupa self-record interview dan twibbon challenge. Dalam tahap wawancara mandiri, peserta diminta membuat video berdurasi empat menit yang berisi jawaban dari pertanyaan tim Google berdasarkan pengalaman pribadi.

“Di tahap ini saya benar-benar dituntut jujur dan autentik. Saya menceritakan perjalanan saya, termasuk rasa kurang percaya diri yang sempat saya alami,”kata Sazkia.

Meski terdapat tahapan tambahan berupa Gemini Challenge, Sazkia memilih fokus pada tahapan utama karena keterbatasan waktu. Namun, keputusan tersebut tidak menghalangi langkahnya untuk lolos hingga akhir. 

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari dalam diri sendiri. Rasa overthinking dan keraguan sempat menjadi hambatan, namun ia berusaha mengubah pola pikirnya dengan lebih fokus pada proses daripada hasil akhir.

“Saya mencoba keluar dari zona nyaman dan memaksimalkan kesempatan ini. Ternyata keberanian itu membuahkan hasil,” tuturnya.

Sazkia menilai kejujuran dan semangat untuk terus berkembang menjadi kunci utama keberhasilannya. Ia menegaskan bahwa sejak awal tujuannya mengikuti program ini bukan sekadar mengejar prestise, melainkan ingin membawa dampak nyata bagi lingkungan kampus.

“Saya ingin membantu teman-teman mahasiswa agar lebih mudah memanfaatkan teknologi Google dalam aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dukungan dari lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Sazkia. Ia mengaku banyak mendapatkan motivasi dari teman-teman kampus, termasuk alumni Google Student Ambassador yang turut berbagi pengalaman.

Ketertarikannya pada dunia teknologi sendiri telah tumbuh sejak bangku SMA, saat ia mengambil peminatan Informatika. Pengalaman mengerjakan proyek pengembangan aplikasi dalam program Profil Pelajar Pancasila menjadi titik awal yang membuka wawasannya terhadap potensi besar di bidang digital.

Kini, sebagai Google Student Ambassador, Sazkia memiliki visi besar untuk menciptakan ruang kolaborasi di kampus yang mendorong mahasiswa aktif belajar dan berinovasi. 

Ia ingin menghadirkan berbagai program yang tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga melahirkan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Saya tidak ingin menjadi leader semata, tetapi menjadi partner bagi teman-teman mahasiswa untuk belajar bersama dan berkembang menghadapi masa depan digital,” ungkapnya.

Ke depan, Sazkia juga bercita-cita untuk terus berkiprah di industri teknologi, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengembang solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UNLIP Sukabumi, Yogi Syarif Hidayat, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Sazkia. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan dan pembinaan di lingkungan kampus.

“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

Sumber: radarjabar.com

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Tidak dapat mengambil data RSS.

Mari Diskusi