Kontak Kami

Artikel | Berita

Pelatihan Pelaku Didik Kembali Digelar Pasca Ramadhan: Prof. Musakkir Soroti Pentingnya Integritas dan Pendidikan Berasrama

11 Jun 2026

SEVIMA – Pelatihan Pelaku Didik kembali dilaksanakan setelah masa cuti panjang selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Rahmatan Lil Alamin pada Ahad, 5 April 2026, dengan menghadirkan narasumber terkemuka, Prof. Dr. Musakkir, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Peserta yang hadir tidak kurang dari 2.500 orang. Mereka terdiri dari eksponen Yayasan Pesantren Indonesia, dosen IAI AL-AZIS, guru, mahasiswa, tenaga kependidikan, santri Aliyah, perwakilan wali santri. Ada juga dari unsur tim pembangunan, tenaga kesehatan, keamanan, petani yang tergabung dalam P3KPI, kebersihan lingkungan, karyawan, dan lain sebagainya.

Dalam pengantar materinya, Prof. Musakkir menyampaikan pandangan dan apresiasi terhadap sosok Syaykh Al-Zaytun, Prof. Abdussalam Panji Gumilang, M.P. Ia mengaku telah mengenal nama tersebut sejak menempuh pendidikan S2, sehingga sosok Syaykh Panji Gumilang bukanlah hal baru baginya. Menurutnya, bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki tokoh dengan pemikiran visioner di bidang pendidikan.

Ia juga menilai Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, M.P., sebagai agent of change atau tokoh perubahan, khususnya dalam dunia pendidikan. “Bangsa ini membutuhkan figur-figur revolusioner seperti beliau jika ingin maju, termasuk dalam bidang penegakan hukum,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Prof. Musakkir menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menggurui, melainkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para “petani intelektual” di lingkungan Al-Zaytun, yang menurutnya merupakan konsep luar biasa karena menggabungkan pendidikan dengan kemandirian masyarakat.

Ia mengapresiasi sistem pendidikan di Al-Zaytun yang tidak hanya fokus pada pembelajaran formal, tetapi juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berpendidikan. Selain itu, kemandirian lembaga pendidikan yang tidak membebani pemerintah dinilai sebagai contoh ideal yang patut ditiru oleh lembaga lain di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Musakkir juga berbagi pengalaman sebagai asesor di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ia menceritakan pengalamannya saat melakukan akreditasi di sebuah perguruan tinggi di pelosok Papua yang memiliki keterbatasan fasilitas. Namun, demi keberlangsungan akses pendidikan bagi masyarakat setempat, ia tetap berani memberikan akreditasi agar lembaga tersebut tidak ditutup.

Sumber: berita.iai-alzaytun.ac.id

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Kampus Sudah Jalankan SPMI, Tapi Siapkah Saat AMI Minta Bukti?

Mari Diskusi