Universitas Pohuwato Raih Penghargaan Kemenkumham atas Pembentukan Sentra KI
19 Jun 2026
17 Jun 2026
SEVIMA – Pascasarjana UIN Palangka Raya sukses menyelenggarakan The 2nd International Conference on Interdisciplinary Research (ICIR) 2026 dengan mengusung tema “Integrating Islamic Studies, Education, Language, Humanities, Economics and Law for Sustainable Development in The Interconnected Era.”
Kegiatan yang juga berkolaborasi dengan TEFLIN dan IKLA ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi penelitian lintas disiplin.
Konferensi internasional ini diselenggarakan sebagai upaya mendorong integrasi berbagai bidang keilmuan dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di era global yang semakin terhubung.
Melalui forum ilmiah tersebut, peserta mendiskusikan beragam isu strategis yang berkaitan dengan studi Islam, pendidikan, bahasa, humaniora, ekonomi, dan hukum, sekaligus merumuskan berbagai solusi inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Direktur Pascasarjana UIN Palangka Raya menyampaikan bahwa ICIR 2026 merupakan wujud komitmen institusi dalam memperkuat budaya akademik dan meningkatkan jejaring kerja sama internasional.
Menurutnya, konferensi ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan global.
ICIR 2026 menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi terkemuka dari berbagai negara sebagai pembicara utama. Salah satunya adalah Prof. Dr. Badruddin, M.Pd. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang memaparkan pentingnya inovasi pendidikan tinggi di tengah perkembangan konektivitas global yang semakin pesat.
Selanjutnya, Prof. Dr. Selamah Maamor dari Universiti Utara Malaysia menyoroti urgensi kolaborasi akademik dan penguatan riset internasional. Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas negara menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Konferensi ini juga menghadirkan Dr. Badri Abdulhakim Mudhsh dari University of Technology and Applied Sciences Salalah yang menyampaikan materi secara daring mengenai integrasi ilmu humaniora dan teknologi kecerdasan buatan sebagai arah baru pengembangan penelitian pada era keterhubungan global.
Sementara itu, Prof. Dr. Mowafg Masuwd dari University of Zawiya membahas peran kearifan lokal dan yurisprudensi Islam dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan
Menurutnya, nilai-nilai lokal dan ajaran Islam memiliki kontribusi penting dalam menjawab dinamika masyarakat kontemporer yang semakin kompleks.
Selain menghadirkan narasumber internasional, ICIR 2026 juga melibatkan para profesor dan akademisi UIN Palangka Raya yang menyampaikan berbagai perspektif mengenai integrasi keilmuan serta kontribusi perguruan tinggi Islam dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran para pakar dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan menunjukkan komitmen ICIR 2026 dalam membangun ruang dialog akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.
Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga sarana memperluas jejaring penelitian internasional yang dapat melahirkan kolaborasi-kolaborasi strategis di masa mendatang.
Setelah sesi pleno, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan parallel session yang menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Berbagai topik penelitian dipaparkan dalam sesi ini, mulai dari studi Islam, pendidikan, bahasa, humaniora, ekonomi syariah, hingga hukum dan pembangunan sosial.
Melalui forum tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mendiseminasikan hasil penelitian kepada komunitas akademik yang lebih luas sekaligus menerima masukan konstruktif dari reviewer dan peserta lainnya. Interaksi akademik yang terbangun dalam sesi paralel diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: uin-palangkaraya.ac.id
Diposting Oleh:
Yasmin SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami