STAI Tebingtinggi Deli Gelar Audiensi ke Kantor MUI Serdang Bedagai
25 Jun 2026
25 Jun 2026
SEVIMA – Sebanyak 60 mahasiswa lintas program studi di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember memperdalam keterampilan riset melalui workshop bertema “Tren Sejarah Lingkungan dan Posisi Agama dalam Historiografi Lingkungan” yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya membahas perkembangan kajian sejarah lingkungan, tetapi juga membuka ruang lahirnya kelompok-kelompok riset baru yang diarahkan menuju publikasi dan kompetisi penelitian bereputasi nasional maupun internasional.
Workshop yang digelar di Kelas Internasional BEC Lantai 1 tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Jember, Prof. Nawiyanto, sebagai narasumber utama. Peserta berasal dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah, serta Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, menegaskan bahwa peningkatan mutu riset menjadi salah satu strategi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Pintu untuk mengakses riset nasional maupun internasional saat ini terbuka sangat lebar. Tugas kita adalah menghadirkan program dan kebijakan yang mampu mendorong talenta-talenta muda agar terus berkembang menjadi peneliti yang memiliki reputasi dan daya saing,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah capaian sivitas akademika UIN KHAS Jember menunjukkan bahwa peluang tersebut bukan sekadar harapan. Beberapa mahasiswa telah berhasil mengikuti kompetisi riset di tingkat nasional, sementara sejumlah dosen mulai terlibat dalam jejaring penelitian internasional, termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.
Lebih lanjut, Prof. Khusna Amal menjelaskan bahwa tema sejarah lingkungan yang diangkat dalam workshop ini sangat relevan dengan isu global dan kebijakan nasional saat ini. Krisis iklim, kerusakan lingkungan, serta meningkatnya perhatian terhadap ekoteologi menjadikan kajian hubungan agama dan lingkungan sebagai bidang penelitian yang semakin penting.
“Isu lingkungan dan ekoteologi menjadi salah satu agenda prioritas yang terus didorong Kementerian Agama. Karena itu, kajian sejarah lingkungan yang dipadukan dengan perspektif keagamaan memiliki relevansi yang sangat kuat untuk dikembangkan,” katanya.
Dalam pemaparannya, Prof. Nawiyanto mengajak peserta memahami perkembangan historiografi lingkungan sebagai pendekatan yang tidak lagi memandang alam hanya sebagai latar peristiwa sejarah, melainkan sebagai faktor penting yang membentuk kehidupan manusia, kebudayaan, dan peradaban. Perspektif tersebut membuka peluang penelitian yang luas, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu sosial dan keagamaan.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang tinggi. Sejak awal hingga akhir acara, para peserta tampak fokus menyimak materi yang disampaikan narasumber, aktif berinteraksi, serta menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap topik yang dibahas.
Sebagai tindak lanjut, peserta akan dibagi ke dalam tujuh kelompok riset yang didampingi fasilitator. Setiap kelompok akan mengembangkan gagasan penelitian berdasarkan isu-isu yang muncul selama workshop berlangsung. Skema ini diharapkan mampu menghasilkan proposal, artikel ilmiah, maupun karya riset yang dapat dipublikasikan pada forum akademik bereputasi.
Ketua panitia kegiatan menyebutkan bahwa pendekatan kolaboratif lintas program studi menjadi salah satu kekuatan utama workshop ini. Mahasiswa SPI, PMI, dan Tadris IPS memiliki basis ilmu sosial yang berbeda, namun saling melengkapi dalam melihat persoalan lingkungan, masyarakat, dan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, UIN KHAS Jember tidak hanya memperkuat budaya riset di lingkungan kampus, tetapi juga menyiapkan generasi akademisi muda yang mampu memberikan kontribusi ilmiah terhadap persoalan lingkungan yang tengah dihadapi dunia.
Sumber: uinkhas.ac.id
Diposting Oleh:
Yasmin SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami