UM Palopo Gelar PKKMB 2026, Sambut 1.534 Mahasiswa Baru dari Indonesia hingga Mancanegara
16 Sep 2026
SEVIMA – unimus.ac.id
Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menegaskan komitmennya untuk ikut memperkuat dan mengembangkan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai bagian dari langkah internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah.
Komitmen tersebut kembali mengemuka dalam Rapat Board of Governors (BOG) UMAM yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Senin (14/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis untuk membahas arah pengembangan UMAM, mulai dari penguatan tata kelola, pengembangan akademik, strategi penerimaan mahasiswa, hingga perluasan jejaring kerja sama internasional.
Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., mengatakan keberadaan UMAM tidak dapat dipandang sekadar sebagai berdirinya sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah di luar Indonesia. Lebih dari itu, UMAM merupakan salah satu wujud konkret agenda internasionalisasi Muhammadiyah.
“Sebagai salah satu perguruan tinggi yang ikut mendukung pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia di Perlis, UNIMUS bersama 20 PTMA lainnya di Indonesia merasa memiliki tanggung jawab untuk terus memperkokoh dan mengembangkan UMAM,” kata Prof. Masrukhi.
Menurutnya, internasionalisasi merupakan salah satu program prioritas Muhammadiyah sebagaimana amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Karena itu, penguatan UMAM menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi Muhammadiyah melalui pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan jejaring internasional.
UMAM memasuki tonggak penting setelah memperoleh persetujuan pendirian dari otoritas pendidikan tinggi Malaysia. Persetujuan tersebut tertuang dalam surat bernomor JPT/BPP(U)1000-801/172 Jld.(6) tertanggal 5 Agustus 2021 dan kemudian diumumkan pada 10 Agustus 2021.
Kampus yang berada di kawasan Sungai Chuchuh, Padang Besar, Perlis, Malaysia, itu dikembangkan sebagai perguruan tinggi berbasis riset dengan orientasi mempertemukan kekuatan akademik Indonesia, Malaysia, dan jejaring internasional, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 200 orang.
Dalam perkembangannya, UMAM memfokuskan penguatan pendidikan pascasarjana, terutama melalui program-program berbasis penelitian.
Program akademik yang ditampilkan dalam laman resmi UMAM saat ini antara lain Doctor of Philosophy in Business and Management, Doctor of Philosophy in Education, Doctor of Philosophy in Information Technology, Doctor of Philosophy in Islamic Studies, dan Doctor of Philosophy in Social Science.
Pada jenjang magister, UMAM memiliki Master of Business Administration (MBA) dan mengembangkan Master of Science in Computing. Portal penerimaan mahasiswa UMAM juga menampilkan Master of Islamic Studies serta sejumlah bidang doktoral lain yang sedang dikembangkan, seperti Accounting, Architecture, Computational Science and Engineering, Data Science, dan Service Design.
Pengembangan tersebut menunjukkan arah UMAM sebagai universitas yang menempatkan riset, pengembangan keilmuan, dan jejaring akademik internasional sebagai bagian penting dari pertumbuhannya.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rapat BOG adalah pengembangan skema co-supervisor bagi mahasiswa doktoral. Skema ini membuka peluang keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi atau negara lain dalam proses pembimbingan mahasiswa Ph.D.
Bagi PTMA, termasuk UNIMUS, skema tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret. Dosen tidak hanya dapat terlibat sebagai pembimbing bersama, tetapi juga berpeluang mengembangkan penelitian lintas negara, publikasi internasional, serta jejaring akademik.
Kolaborasi juga diarahkan untuk berkembang melalui joint research, joint publication, pertukaran akademisi, visiting professor/lecturer, pengembangan kapasitas dosen, serta mobilitas mahasiswa.
Dengan demikian, kerja sama UNIMUS dan UMAM tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diarahkan menghasilkan aktivitas akademik yang terukur dan berkelanjutan.
Pengembangan UMAM sendiri merupakan hasil sinergi berbagai unsur Muhammadiyah. Selain Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, penguatan UMAM juga melibatkan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), profesional, serta pemangku kepentingan pendidikan di Malaysia.
Rapat BOG di Medan dihadiri Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah beserta sekretaris dan bendahara. Sejumlah rektor perguruan tinggi anggota BOG turut hadir, di antaranya dari Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan Universitas Muhammadiyah Siber.
Dari UMAM, hadir pimpinan universitas beserta jajaran terkait. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan visi dalam memperkuat UMAM, baik dari sisi kelembagaan, akademik maupun jejaring internasional.
Bagi UNIMUS, keterlibatan dalam pengembangan UMAM sekaligus menjadi bagian dari langkah universitas memperluas jejaring akademik dan memperkuat reputasi internasional. Kerja sama ke depan dapat diarahkan pada penelitian bersama, publikasi internasional, mobilitas akademik, hingga keterlibatan dosen dalam pembimbingan mahasiswa doktoral lintas negara.
Sinergi UNIMUS, PTMA, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, UMAM, dan berbagai mitra di Malaysia diharapkan semakin memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Diposting Oleh:
Nasya Alriani
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami