Kontak Kami

Artikel | Berita

21 Sep 2026

SEVIMA – tempo.co

Selama tujuh akhir pekan berturut-turut, Scott Radaro dan tiga rekannya menghadapi tantangan yang sama: menentukan apakah prediksi tingkat hunian hotel perlu dipertahankan atau diubah. Salah satu keputusan paling krusial mereka ambil setelah mencermati jadwal pertandingan National Football League (NFL) di Nashville, Amerika Serikat.

Berdasarkan analisis berbagai sumber data, tim memutuskan menaikkan proyeksi tingkat hunian hotel karena memperkirakan permintaan kamar akan meningkat. Keputusan tersebut terbukti tepat dan menjadi salah satu faktor yang mengantarkan mereka meraih podium pada International Forecaster Cup Competition 2025.

Selama kompetisi berlangsung, ketegangan hadir setiap pekan. Selain menerima data terbaru mengenai kondisi pasar hotel, seluruh peserta juga memperoleh pembaruan klasemen sementara. Selisih prediksi yang sangat kecil dapat mengubah posisi setiap tim dalam kompetisi yang diikuti 91 tim dari 26 universitas berbagai negara.

Hasilnya, Scott Radaro bersama Leonardo Lei Shun Cheng, Nurul Husnah, dan Evelyn Tjandra, mahasiswa Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya, berhasil meraih Juara 3 International Forecaster Cup Competition 2025. Tidak hanya itu, Universitas Prasetiya Mulya juga menempati peringkat kedua kategori institusi dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) 3,24, berada tepat di bawah Swiss Hotel Management School (MAE 2,42).

Capaian tersebut menempatkan Universitas Prasetiya Mulya di atas sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, seperti Texas A&M University, EHL Hospitality Business School, dan Oxford Brookes University, sekaligus menunjukkan kualitas pembelajaran berbasis analisis data yang dikembangkan di Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Revenue Management Education (RevME) bersama STR Share Center pada 27 September hingga 8 November 2025 tersebut menguji kemampuan peserta memprediksi tingkat okupansi hotel di kawasan Central Business District (CBD) Nashville untuk tiga minggu ke depan. Ajang ini menjadi salah satu kompetisi internasional yang menguji kemampuan analisa data, forecasting, business analytics, dan revenue management—kompetensi yang kini semakin dibutuhkan industri hospitality untuk menyusun strategi bisnis dan mengoptimalkan pendapatan.

Kompetisi ini cukup menegangkan. Setiap minggu kami langsung melihat posisi kami dibanding tim-tim lain. Ketika peringkat naik tentu kami senang, tetapi satu prediksi yang meleset bisa membuat posisi berubah pada minggu berikutnya. Jadi setiap pekan rasanya seperti memulai kompetisi dari awal lagi,” ujar Scott.

Menurut Scott, tim tidak hanya mengandalkan data historis, tetapi juga menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi permintaan hotel, mulai dari penyelenggaraan konser hingga pertandingan NFL. “Saat melihat ada pertandingan NFL pada periode forecasting, kami memperkirakan okupansi hotel akan meningkat sehingga memutuskan menaikkan proyeksi tingkat hunian. Ternyata periode itu memang mencatat peningkatan okupansi terbesar selama kompetisi,” kata dia.

Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap industri hospitality. “Kompetisi ini mengajarkan saya pentingnya critical thinking dan ketelitian dalam membaca setiap detail data serta sumber informasi. Forecast yang baik bukan hanya soal mengolah angka, tetapi memahami konteks di balik data,” ujarnya.

Pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut juga mencerminkan pendekatan pembelajaran di Program Studi S1 Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari operasional hotel, tetapi juga dibekali kemampuan menganalisis data, memahami dinamika pasar, menyusun strategi bisnis, dan mengambil keputusan berbasis bukti melalui berbagai studi kasus industri maupun kompetisi internasional.

Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri hospitality, pengalaman seperti inilah yang menjadi nilai lebih Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya. Mahasiswa S1 Universitas Prasetiya Mulya tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengerjakan proyek industri, mengikuti kompetisi internasional, menganalisis persoalan bisnis nyata bersama mitra industri, serta berlatih mengambil keputusan berbasis data.

Kompetensi tersebut semakin relevan seiring pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta sepanjang Januari-Mei 2026 atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi industri hospitality untuk mengoptimalkan tingkat hunian dan pendapatan hotel.

Kepala Program Studi Pariwisata dan Manajer Jurusan Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya, Redha Widarsyah, Ph.D., mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan tidak otomatis meningkatkan kinerja hotel tanpa strategi yang tepat. Kalau mahasiswa hanya belajar operasional hotel, mereka akan kesulitan menghadapi tantangan industri saat ini.

Menurut Redha, ketika jumlah wisatawan meningkat, tantangannya bukan sekadar mengisi kamar hotel, tetapi juga mengoptimalkan pendapatan melalui strategi pricing, market forecasting, dan revenue management. “Karena itu, di Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya, mahasiswa dibekali kemampuan business analytics, market forecasting, revenue management, serta pengambilan keputusan berbasis data melalui studi kasus industri agar mampu membantu bisnis hospitality memanfaatkan momentum pertumbuhan pariwisata,” ujarnya.

Melalui kurikulum yang memadukan hospitality, business analytics, revenue management, dan pembelajaran berbasis industri, Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya membekali mahasiswa dengan kemampuan membaca pasar, menyusun strategi bisnis, dan mengambil keputusan berbasis data. Kompetensi tersebut membuka peluang karier sebagai hotel revenue manager, hospitality business analyst, hospitality consultant, maupun entrepreneurdi industri hospitality. Prestasi mahasiswa di ajang internasional menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran tersebut.

Prestasi mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya menunjukkan bahwa kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan kini menjadi kompetensi penting dalam industri hospitalityglobal. Keberhasilan di International Forecaster Cup Competition 2025 tidak hanya mencerminkan pencapaian akademik, tetapi juga membuktikan bahwa Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya mempersiapkan mahasiswa membangun karier di industri hospitality yang semakin mengandalkan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Diposting Oleh:

Nasya Alriani

Tags:

Universitas Prasetiya Mulya

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Cuplikan Podcast MKKS-SEVIMA: Indra Wahyu Suriswanto, M.Pd., - Sekretaris MKKS SMK Swasta Jatim

Mari Diskusi