Kontak Kami

Artikel | Berita

Munawir Razak dan LLDIKTI XVI GoSulutTeng, Dua Perintis, Bukan Pewaris, Tumbuh Bersama!

24 Sep 2026

SEVIMA — Memimpin lembaga yang sudah mapan tentu berbeda dengan ikut membangunnya sejak fase awal. Pengalaman itulah yang dijalani Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Dr. Munawir Razak, bersama jajaran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XVI yang membawahi wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah atau GoSulutTeng.

Dalam Podcast SEVIMA bersama LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir mengungkapkan bagaimana lembaganya tumbuh sebagai wilayah baru hasil pemekaran LLDIKTI Wilayah IX Makassar. Dengan cakupan 84 perguruan tinggi swasta di tiga provinsi, LLDIKTI XVI harus membangun pelayanan sekaligus mengejar peningkatan mutu pendidikan tinggi di kawasan yang memiliki tantangan geografis luas.

Perguruan tinggi binaan LLDIKTI XVI tidak hanya berada di kota besar seperti Manado, Palu, dan Gorontalo. Sebagian kampus tersebar hingga kabupaten dan daerah yang membutuhkan perjalanan berjam-jam. Kondisi itu membuat pendekatan pelayanan konvensional tidak selalu efektif.

Munawir kemudian mendorong digitalisasi layanan sebagai salah satu solusi. Dokumen pelayanan dapat disampaikan melalui aplikasi, sementara prosesnya dapat dipantau secara transparan. LLDIKTI XVI juga membuka layanan konsultasi melalui WhatsApp, Zoom, dan telekonferensi. Untuk urusan jabatan fungsional dosen, ruang konsultasi daring bahkan disediakan secara rutin.

Langkah tersebut menggambarkan perjalanan LLDIKTI XVI yang tidak sekadar meneruskan sistem lama, tetapi harus mencari cara baru sesuai kondisi wilayahnya.

Tantangan lainnya datang dari keterbatasan sumber daya manusia. Munawir menyebut jumlah pegawai LLDIKTI XVI hanya sekitar 40 orang. Kondisi itu membuat sejumlah pegawai harus menjalankan lebih dari satu tanggung jawab.

Namun, keterbatasan tersebut tidak membuat pelayanan berhenti.

“Tidak usah kami mengeluh. Jadi apa yang ada di hadapan kami, kami kerjakan,” kata Munawir.

Dengan sumber daya yang tersedia, ia mengatakan jajarannya tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi perguruan tinggi.

Upaya peningkatan mutu pun mulai memperlihatkan perkembangan. Munawir menceritakan bahwa ketika LLDIKTI XVI mulai bekerja, dari sekitar 540 program studi yang ada belum terdapat program studi berstatus unggul. Setelah pendampingan dilakukan secara konsisten, sejumlah program studi mulai mencapai peringkat tersebut.

Perubahan juga terlihat dalam pengembangan karier dosen. Jumlah guru besar yang sebelumnya hanya tiga orang disebut telah meningkat hingga mendekati 20 orang. Jumlah lektor kepala juga bertambah, sementara komposisi tenaga pengajar mengalami perubahan. Munawir melihat perkembangan tersebut sebagai tanda bahwa perguruan tinggi di wilayah XVI sedang bergerak mengejar ketertinggalan.

Ke depan, Munawir ingin LLDIKTI XVI tidak hanya dikenal sebagai lembaga yang mengurus administrasi pendidikan tinggi. Ia menargetkan LLDIKTI menjadi lembaga layanan yang memberikan pelayanan prima, berintegritas, memudahkan masyarakat, serta mampu menjadi “orkestrator” peningkatan mutu perguruan tinggi.

Peran itu dilakukan dengan menghubungkan kampus dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan strategis.

Perjalanan tersebut membuat Munawir dan LLDIKTI GoSulutTeng memiliki benang merah yang sama: tumbuh dalam proses merintis. Bukan datang ketika semuanya sudah mapan, tetapi ikut membangun fondasi, memperbaiki layanan, dan membuka jalan agar perguruan tinggi di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah semakin kompetitif.

Diposting Oleh:

Dian Nuke

Tags:

lldikti xvi

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Storage Edlink Naik Hingga 3X Lipat, Tanpa Biaya Tambahan

Mari Diskusi