Kontak Kami

Artikel | Berita

Inovasi Dosen PENS Dorong Pemanfaatan AI untuk Penguatan Kompetensi Siswa

29 Sep 2026

Sumber: dikti.kemendiktisaintek.ac.id

SEVIMA – Inovasi teknologi karya dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mulai diterapkan secara nyata dalam mendukung penguatan kompetensi akademik siswa SMA/SMK. Melalui platform Exzam.id, teknologi ujian dan drilling soal berbasis web yang dilengkapi asisten kecerdasan artifisial (AI) digunakan dalam penyelenggaraan Tryout Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

1042302

Penerapan Exzam.id menjadi bagian dari kegiatan pengujian Platform Drilling TKA dengan Asisten AI untuk Diagnostik dan Penguatan Kompetensi Akademik Siswa, yang memperoleh pendanaan melalui skema Pendanaan Pengujian Model dan Prototipe Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026. Pengembangan platform ini menunjukkan bagaimana hasil riset dan inovasi dosen perguruan tinggi dapat didorong hingga digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Pada pelaksanaan Batch 1 yang berlangsung 19–28 Agustus 2026, sebanyak 9.010 peserta mengikuti Tryout TKA melalui Exzam.id. Penerapan kemudian berlanjut pada Batch 2 yang masih berlangsung hingga 2 Oktober 2026, dengan jumlah peserta yang telah mencapai 11.829 pengguna dari wilayah Tulungagung dan Trenggalek.

Pelaksanaan tersebut mencakup 43 SMA/SMK mitra di dua kabupaten dan dijalankan dalam kondisi operasional sebenarnya. Artinya, Exzam.id tidak hanya diuji melalui simulasi yang dikendalikan oleh tim pengembang, tetapi digunakan oleh sekolah dan mitra eksternal untuk menyelenggarakan Tryout TKA dengan pengguna, data, jadwal, serta beban penggunaan yang nyata.

Exzam.id dikembangkan untuk menjawab kebutuhan evaluasi pembelajaran yang tidak berhenti pada perolehan nilai. Platform ini menyediakan bank soal TKA Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika yang terstruktur berdasarkan topik dan jenis soal. Sistem juga dilengkapi penjadwalan ujian multi-hari, penilaian otomatis, serta modul analisis AI yang dapat menghasilkan laporan diagnostik pada tingkat siswa, sekolah, hingga wilayah.

Kekuatan utama inovasi ini terletak pada pemanfaatan data hasil tryout sebagai dasar diagnostik. Melalui analisis AI, data tidak hanya menunjukkan berapa nilai yang diperoleh siswa, tetapi dapat digunakan untuk memetakan topik yang menjadi kekuatan maupun kelemahan, mengidentifikasi sekolah yang membutuhkan perhatian, serta menghasilkan rekomendasi pembinaan.

Manfaat tersebut telah terlihat pada penerapan Batch 1. Berdasarkan data operasional per 26 Agustus 2026, terdapat 5.645 sesi ujian yang telah berlangsung, dengan 5.592 sesi berhasil dinilai secara otomatis oleh sistem. Sistem juga berhasil mengelola pelaksanaan ujian di puluhan sekolah dengan keterbatasan kapasitas laboratorium komputer dan penjadwalan dalam beberapa gelombang.

Tidak berhenti pada aspek teknis, hasil analisis AI dari Exzam.id telah dimanfaatkan oleh Cabang Dinas Pendidikan Tulungagung–Trenggalek untuk memperoleh gambaran kompetensi peserta pada tingkat wilayah. Laporan diagnostik yang dihasilkan mencakup pemetaan topik terkuat dan terlemah, sorotan sekolah yang membutuhkan perhatian, serta rekomendasi pembinaan. Dengan demikian, data hasil tryout mulai dimanfaatkan sebagai informasi pendukung dalam proses pengambilan keputusan pendidikan.

Bagi PENS, penerapan Exzam.id menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil riset dosen ke lingkungan pengguna yang sesungguhnya. Inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi tidak berhenti pada penelitian atau prototipe, tetapi diuji melalui pemanfaatan langsung oleh satuan pendidikan dalam skala lintas sekolah dan wilayah.

Ketua Tim Peneliti, Akhmad Alimudin, PhD, menyampaikan bahwa penerapan dalam kondisi nyata memberikan pengalaman penting untuk melihat kesiapan teknologi sekaligus manfaat yang dapat diberikan kepada pengguna.

pens-memperkenalkan-exzamid-untuk-membantu-sekolah-meningkat-7cuw

“Penerapan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa teknologi yang dikembangkan dapat digunakan dalam kondisi operasional sebenarnya. Yang kami dorong bukan hanya digitalisasi proses ujian, tetapi bagaimana data hasil ujian dapat diolah menjadi informasi diagnostik yang membantu sekolah dan pengelola pendidikan menentukan kebutuhan penguatan kompetensi siswa,” ujarnya.

Pemanfaatan Exzam.id juga memperlihatkan peluang baru dalam penerapan AI di bidang pendidikan. Data evaluasi yang sebelumnya cenderung berakhir sebagai nilai dapat dikembangkan menjadi informasi yang lebih bermakna untuk memahami kebutuhan pembelajaran. Pendekatan ini memungkinkan proses evaluasi bergerak dari sekadar “mengukur hasil” menjadi “memahami kebutuhan dan menentukan tindak lanjut”.

Berdasarkan hasil penerapan Batch 1, Exzam.id telah digunakan oleh mitra eksternal dalam skala 43 sekolah dan sekitar 9.000 peserta terdaftar, dengan ribuan sesi ujian berhasil dinilai dan dianalisis secara otomatis. Hasil tersebut menjadi dasar bahwa platform telah didemonstrasikan pada lingkungan operasional sebenarnya dan dinyatakan memenuhi kriteria Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) Level 7.

Dengan pelaksanaan Batch 2 yang masih berlangsung hingga 2 Oktober 2026, pengembangan Exzam.id terus diarahkan untuk memperkuat kemampuan platform dalam mendukung evaluasi dan diagnostik kompetensi siswa. Data dan pengalaman dari penerapan di Tulungagung dan Trenggalek diharapkan menjadi pijakan untuk penyempurnaan teknologi serta membuka peluang replikasi pemanfaatan platform pada wilayah dan satuan pendidikan yang lebih luas.

Melalui inovasi Exzam.id, PENS menunjukkan bahwa riset dan teknologi yang lahir dari perguruan tinggi dapat didorong lebih jauh hingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan platform ujian digital, tetapi menghadirkan cara baru memanfaatkan data pendidikan untuk memahami kebutuhan siswa dan memperkuat proses pembinaan kompetensi secara lebih berbasis data.

Diposting Oleh:

Dian Nuke

Tags:

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Deteksi Dini Kamtibmas Digital Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Tips Ketua STIK Lemdiklat Polri

Mari Diskusi