UIN Ponorogo Perkuat Jejaring PTKIN, Tandatangani MoU dengan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
14 Okt 2026
13 Okt 2026
SEVIMA — Gedung sekolah modern dan aktivitas belajar yang dinamis di My Little Island (MLI) School Malang hari ini menyimpan jejak perjuangan panjang. Bagi Christine Setiono —atau yang akrab disapa Vivi—cerita besar itu bermula dari sebuah ruang bersahaja di rumah tua berarsitektur Belanda pada pertengahan tahun 1998.
Kala itu, Vivi memulai langkah awal dengan membuka bimbingan belajar sempoa. Tanpa latar belakang pengelola bisnis berskala besar, impiannya saat itu murni didorong oleh rasa cinta pada dunia anak-anak.
“Sebetulnya saat kuliah saya sudah punya impian ingin punya sekolah, tapi bayangan saya waktu itu cuma playgroup kecil-kecilan. Setiap kali pergi ke toko buku, perhatian saya selalu ingin melihat buku anak-anak ketimbang membeli baju,” kenang Vivi saat Podcast SEVIMA, Senin (12/10/2026).
Merintis usaha di tengah situasi ekonomi tahun 1998 bukanlah hal yang mudah. Vivi harus menjalani berbagai pelatihan metode pengajaran hingga ke luar kota. Rasa lelah dan jenuh tak jarang menghampiri di tengah kerumitan materi pelatihan yang harus dikuasai.
“Waktu ikut training dulu saya sempat merasa putus asa karena ternyata belajar semua ini tidak gampang. Tapi namanya orang berusaha, kita tidak boleh berhenti,” tuturnya.
Ketelatenan dan kesabaran Vivi perlahan membuahkan hasil. Bimbingan sempoa yang digagasnya tumbuh pesat hingga menampung sekitar 600 murid. Antusiasme masyarakat yang luar biasa mendorongnya untuk terus membenahi diri, hingga akhirnya memberanikan diri membuka jenjang preschool, playgroup, dan sekolah dasar.
Perjuangan fisik juga dirasakan Vivi saat sekolah mengembang ke area Lembah Dieng pada 2009. Demi memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, Vivi tak segan merancang desain spanduk sendiri, membuat brosur, hingga menunggu proses cetakan di percetakan hingga larut malam.
“Dulu saya lebih banyak di lapangan. Desain brosur buat sendiri, nungguin cetakan sendiri. Sementara Pak Agus lebih banyak menata manajemen dan guru-guru,” jelasnya.
Kini, setelah 25 tahun MLI School berdiri dan 30 tahun mengarungi pernikahan bersama Agus Eko Buwono, Vivi merasa bersyukur impian sederhananya mampu berkembang menjadi wadah belajar bagi ribuan anak. Bagi Vivi, ketulusan hati dan ketekunan untuk tidak berhenti berusaha adalah kunci utama melampaui segala keterbatasan.
Diposting Oleh:
Erna SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami