Kontak Kami

Artikel | Berita

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Unira Malang Kukuhkan 247 Lulusan Khayra Ummah

20 Okt 2026

SEVIMA – Wisuda bukanlah titik henti, melainkan sebuah jeda. Momen sakral untuk menengok sejenak rekam jejak akademik yang telah dilalui, sekaligus batu pijakan untuk melompat lebih jauh ke masa depan. Semangat itulah yang menyelimuti perhelatan Wisuda ke-10 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang yang digelar di Hotel Aria Gajayana Malang, Sabtu (17/10/2026).

Sebagai kampus dengan jargon Khayra Ummah (umat terbaik), Unira Malang sukses melepas 247 wisudawan dari tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Di pundak para lulusan baru inilah, Unira Malang menitipkan harapan besar agar mereka mampu mengambil peran strategis dan menjadi bagian penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Prosesi khidmat ini dihadiri langsung oleh jajaran senat universitas, rektorat, serta para kepala program studi. Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, S.T., M.M., yang datang mewakili Bupati Malang.

Rektor Unira Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan. Sosok yang akrab disapa Gus Im ini juga menghaturkan terima kasih mendalam atas kepercayaan para orang tua wali yang telah mengamanahkan putra-putrinya menempa diri di kampus Khayra Ummah.

“Kelulusan ini bukanlah semata ikhtiar kampus dalam mendampingi mahasiswa. Kami meyakini, keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, serta rintihan doa orang tua yang tiada putus mengiringi perjalanan studi kalian hingga di titik ini,” tutur Gus Im penuh haru.

Sinergi positif juga disuarakan oleh Pemkab Malang. Menyampaikan pesan tertulis dari Bupati, Astri Lutfiatunnisa, S.T., M.M., memuji kontribusi panjang Unira Malang dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Kabupaten Malang. Menurutnya, kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan akademisi adalah kunci utama mewujudkan Malang yang maju dan sejahtera.

“Gelar sarjana tentu menjadi kebanggaan bersama. Namun ingat, keberhasilan masa depan tidak hanya ditentukan oleh lembar ijazah. Dibutuhkan kerja keras dan mentalitas tangguh. Jadikan bekal pengalaman selama di kampus sebagai modal dasar untuk menyikapi tantangan zaman,” pesan Astri di hadapan wisudawan.

Sementara itu, atmosfer intelektual prosesi wisuda kian terasa mendalam saat Prayogi R. Saputra, M.M., Ph.D. menyampaikan orasi ilmiahnya. Dosen FEB Unira Malang ini membagikan refleksi penting mengenai urgensi pendidikan yang tidak hanya kreatif dan produktif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata (berdampak) bagi kemaslahatan umat.

“Inovasi teknologi yang diciptakan oleh lulusan Saintek harus mampu dikonversi menjadi nilai ekonomi yang produktif oleh lulusan FEB. Selanjutnya, lulusan FISIP yang mengawalnya melalui kebijakan sosial-politik, agar manfaat teknologi tersebut dapat terdistribusi secara adil dan dirasakan oleh masyarakat luas,” paparnya.

Mengambil pelajaran berharga dari kunjungannya ke Iran, Prayogi memaparkan bahwa perguruan tinggi masa kini harus bertransformasi menjadi pusat ekosistem inovasi. Kampus sudah saatnya menghubungkan hasil riset secara langsung dengan fasilitas produksi dan dunia kewirausahaan, bukan sekadar menjadi lembaga pasif pemenuh kebutuhan tenaga kerja bagi industri.

Di sisi lain, ia juga membagikan potret pendidikan dari Finlandia. Praktik di negara tersebut mengingatkan kita bahwa kehadiran teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) hanyalah sebatas alat bantu. Pendidikan sejati, tegasnya, harus mampu menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri, kritis, dan tidak linear. Hal inilah yang akan membentuk karakter lulusan yang tangguh dalam memecahkan berbagai masalah sosial yang kompleks di tengah masyarakat.

Refleksi orasi ilmiah ini ditutup dengan kisah inspiratif yang menyentuh hati para hadirin. Prayogi menceritakan tentang semangat belajar sepanjang hayat seorang pensiunan berusia 79 tahun yang ia temui di luar negeri, serta bagaimana ketangguhan para mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang menuntut ilmu di berbagai belahan dunia.

Melalui gelaran wisuda ke-10 ini, Unira Malang melepas para lulusannya dengan sejuta harapan. Bukan hanya sekadar menjaga nama baik almamater, tetapi menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang siap memberikan kontribusi nyata demi kejayaan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Diposting Oleh:

Dian Nuke

Tags:

Universitas Islam Raden Rahmat

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Membangun Kampus Bermutu dan Mendunia tanpa Meninggalkan Budaya | Rektor Unmas Denpasar

Mari Diskusi