Universitas Sains dan Teknologi Komputer Hadirkan Duta Inklusi dalam Program Kakak Asuh–Adik Asuh di SLB Negeri Karanganyar
14 Apr 2026
SEVIMA — Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta terus berupaya memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata. Salah satunya melalui workshop Training of Trainers (ToT) menggandeng PUM Netherlands yang digelar di Kampus STP AMPTA, Selasa (7/4).
Acara ini menghadirkan Masterchef asal Belanda, Theo Van Rensch, yang memberikan pelatihan intensif bagi guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah DIY. Ketua STP AMPTA Yogyakarta, Drs Prihatno MM menuturkan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis mengingat SMK merupakan salah satu mitra sekaligus pasar penting bagi perguruan tinggi.
”Kami sering mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas. Melalui kehadiran Chef Theo, kami berharap sekolah-sekolah dapat terdorong untuk terus meningkatkan kompetensi siswanya. Selain itu juga menjadi upaya AMPTA memperluas jejaring luar negeri agar lulusan kita semakin eksis di tengah persaingan dunia kerja yang kompetitif,” kata
Prihatno di sela-sela acara workshop Training of Trainers (ToT) menggandeng PUM Netherlands yang digelar di Kampus STP AMPTA, Selasa (7/4).
Prihatno mengatakan, STP AMPTA sengaja memberikan konsentrasi besar pada bidang kuliner. Bahkan, untuk program Pascasarjana (S2), fokus diarahkan pada aspek gastronomi. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat bisnis makanan memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan tidak ada matinya jika dikelola secara kreatif.
”Asalkan lulusan kreatif, mereka akan mampu mandiri dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Skill yang handal adalah modal utama agar mereka tetap eksis,”imbuhnya.
Sementara itu, Masterchef Theo Van Rensch dalam paparannya memberikan teori pengenalan continental food yang lazim disajikan di Eropa. Ia menekankan bahwa setiap negara, mulai dari Belanda, Italia, Belgia, hingga Perancis memiliki karakteristik kuliner yang berbeda-beda yang wajib dipahami oleh pelaku wisata.
Untuk itu memahami gastronomi bukan sekadar seni memasak, melainkan tanggung jawab untuk mendidik generasi baru lebih berkualitas.
“Wisata gastronomi kini sangat populer. Wisatawan tidak sekadar ingin kenyang, tetapi mereka ingin memahami cerita, tradisi, serta filosofi di balik makanan tersebut. Gastronomi mempelajari makanan dari segala sisi, mulai dari sejarah, budaya, hingga dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan,” jelas Theo.
Sumber: krjogja.com
Diposting Oleh:
Helfida SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami