Universitas Sains dan Teknologi Komputer Hadirkan Duta Inklusi dalam Program Kakak Asuh–Adik Asuh di SLB Negeri Karanganyar
14 Apr 2026
14 Apr 2026
Akuntansi Syariah mengkaji teori dan praktik akuntansi dalam perspektif Islam: prinsip-prinsip akuntansi syariah, akuntansi zakat, infak, sedekah dan wakaf, akuntansi perbankan dan keuangan syariah, standar akuntansi syariah (PSAK Syariah), audit syariah, dan tata kelola lembaga keuangan syariah. Akuntan syariah yang kompeten tidak hanya bisa menghitung zakat, tetapi mampu menyusun laporan keuangan lembaga keuangan syariah sesuai PSAK Syariah, menganalisis kepatuhan syariah dalam transaksi keuangan, melaksanakan audit syariah yang komprehensif, memberikan nasihat akuntansi untuk pengembangan produk keuangan syariah, dan berkontribusi pada pengembangan industri keuangan syariah Indonesia yang inklusif dan berkeadilan. Di Indonesia dengan populasi Muslim terbesar dan industri keuangan syariah yang berkembang, akuntan syariah yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Akuntansi Syariah dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perbankan syariah, asuransi syariah, BAZNAS, OJK, dan lembaga yang membutuhkan akuntan syariah yang kompeten.
Islamic fintech accounting dan blockchain for zakat, digital waqf management dan crowdfunding syariah, environmental accounting dalam perspektif maqashid syariah, integrated reporting untuk lembaga keuangan syariah, serta Islamic social finance dan impact measurement adalah kompetensi akuntan syariah modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri keuangan syariah Indonesia yang profesional, transparan, dan berkontribusi pada keadilan ekonomi Islam.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Sharia Financial Accountant di bank syariah yang menyusun laporan keuangan sesuai PSAK Syariah; Sharia Auditor di KAP yang melaksanakan audit kepatuhan syariah; Zakat Manager di BAZNAS yang mengelola akuntansi dan pelaporan zakat; serta Sharia Finance Consultant yang memberikan nasihat akuntansi untuk lembaga keuangan syariah.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari IAI dan komunitas akuntansi syariah Indonesia. Contoh CPL: Mampu menyusun laporan keuangan lembaga keuangan syariah menggunakan PSAK Syariah yang berlaku yang menghasilkan laporan yang menyajikan secara wajar posisi keuangan dan kinerja lembaga sesuai prinsip akuntansi syariah yang relevan, menganalisis kepatuhan syariah dalam transaksi dan produk keuangan menggunakan prinsip-prinsip fikih muamalah dan fatwa DSN-MUI yang menghasilkan penilaian yang akurat tentang kesesuaian transaksi dengan ketentuan syariah, melaksanakan audit syariah atas laporan keuangan dan operasional lembaga keuangan syariah menggunakan standar audit syariah yang menghasilkan opini yang valid tentang kewajaran laporan keuangan dan kepatuhan syariah lembaga, serta menghitung dan melaporkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf menggunakan metode penghitungan yang sesuai fikih zakat dan standar akuntansi yang menghasilkan pelaporan yang transparan dan akuntabel kepada muzakki dan pemangku kepentingan.
Libatkan IAI, OJK, DSN-MUI, perbankan syariah, BAZNAS, dan komunitas akuntan syariah Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang magang di perbankan syariah dan BAZNAS serta proyek audit syariah sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi sharia financial reporting, sharia compliance review, dan zakat management dalam CPL. Masukkan Islamic fintech accounting dan digital waqf management sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan standar akuntansi syariah dan industri keuangan syariah Indonesia.
Prodi Akuntansi Syariah yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan akuntan syariah yang tidak hanya kompeten dalam akuntansi dan prinsip syariah, tetapi juga memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam dalam praktik profesionalnya yang memastikan informasi keuangan yang mereka hasilkan akurat, transparan, dan tidak menyesatkan pemangku kepentingan, pemahaman mendalam tentang bagaimana akuntansi syariah yang baik berkontribusi pada keadilan distribusi kekayaan dan inklusi keuangan masyarakat Muslim, dan keyakinan bahwa Indonesia sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia membutuhkan akuntan syariah yang sangat kompeten untuk memimpin pengembangan ekosistem keuangan syariah global. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program akuntansi syariah dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem keuangan syariah nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami