Universitas Sains dan Teknologi Komputer Hadirkan Duta Inklusi dalam Program Kakak Asuh–Adik Asuh di SLB Negeri Karanganyar
14 Apr 2026
14 Apr 2026
Desain Komunikasi Visual (DKV) mengkaji perancangan komunikasi melalui elemen-elemen visual: tipografi, ilustrasi, fotografi, desain grafis, motion graphics, UI/UX design, branding, periklanan, penerbitan, dan media interaktif. Desainer komunikasi visual yang kompeten tidak hanya bisa membuat desain yang indah, tetapi mampu menganalisis masalah komunikasi dan merancang solusi visual yang efektif dan tepat sasaran, mengembangkan identitas visual merek yang kuat dan konsisten, merancang pengalaman pengguna digital yang intuitif, menghasilkan konten visual untuk berbagai media dan platform, dan berkontribusi pada industri kreatif Indonesia yang inovatif dan kompetitif. Di Indonesia dengan industri kreatif yang berkembang pesat dan kebutuhan konten visual yang masif, desainer komunikasi visual yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi DKV dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan agensi kreatif, perusahaan teknologi, media, dan lembaga yang membutuhkan desainer komunikasi visual yang kompeten.
AI-assisted design tools dan generative visual content, immersive experience design dan spatial computing, brand identity in metaverse dan virtual brand worlds, design systems dan component-based design, serta motion design dan cinematic UI adalah kompetensi desainer komunikasi visual modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri kreatif Indonesia yang inovatif, berbasis teknologi, dan mampu menghasilkan desainer yang kompetitif di pasar global.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Brand Identity Designer di agensi desain yang mengembangkan identitas visual merek; UI/UX Designer di perusahaan teknologi yang merancang pengalaman pengguna digital; Art Director di agensi periklanan yang mengarahkan konsep dan eksekusi visual kampanye; serta Motion Designer yang menciptakan konten animasi dan motion graphics.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia). Contoh CPL: Mampu menganalisis masalah komunikasi dan merancang solusi visual yang efektif menggunakan proses desain yang terstruktur (riset, ideasi, prototipe, evaluasi) yang menghasilkan konsep desain yang tepat sasaran dan berpotensi efektif mencapai tujuan komunikasi yang ditentukan, mengembangkan identitas visual merek yang komprehensif menggunakan prinsip-prinsip branding dan tipografi yang menghasilkan sistem identitas yang konsisten, mudah dikenali, dan merepresentasikan nilai-nilai merek secara akurat, merancang antarmuka dan pengalaman pengguna digital menggunakan prinsip-prinsip UX design dan usability yang menghasilkan produk digital yang intuitif, mudah digunakan, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada pengguna, serta menghasilkan konten visual untuk berbagai media dan platform menggunakan software desain yang relevan dengan kualitas teknis yang memadai yang menghasilkan karya yang siap produksi dan memenuhi spesifikasi teknis masing-masing media.
Libatkan ADGI, agensi desain, perusahaan teknologi, media, komunitas desainer Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang proyek desain berbasis klien nyata dan magang di agensi/perusahaan sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi visual communication design, brand identity development, dan UI/UX design dalam CPL. Masukkan AI-assisted design tools dan motion design sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan teknologi desain dan kebutuhan industri kreatif Indonesia.
Prodi DKV yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan desainer yang tidak hanya kompeten dalam teknik dan estetika desain, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap konteks komunikasi yang membuatnya tidak sekadar membuat desain yang indah tapi desain yang benar-benar menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat, kemampuan berpikir strategis yang memastikan setiap keputusan desain didasarkan pada pemahaman tentang tujuan, audiens, dan konteks bukan hanya selera pribadi, dan keyakinan bahwa desainer yang baik adalah pemecah masalah yang menggunakan visual sebagai alat bukan seniman yang mengekspresikan diri semata. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program DKV dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem industri kreatif nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami