Universitas Sains dan Teknologi Komputer Hadirkan Duta Inklusi dalam Program Kakak Asuh–Adik Asuh di SLB Negeri Karanganyar
14 Apr 2026
14 Apr 2026
Ilmu Perpustakaan dan Informasi mengkaji teori dan praktik pengelolaan informasi dan pengetahuan untuk mendukung akses masyarakat terhadap informasi: organisasi informasi (katalogisasi, klasifikasi, metadata), layanan referensi, pengembangan koleksi, manajemen arsip dan rekod, literasi informasi, perpustakaan digital, dan manajemen pengetahuan. Pustakawan yang kompeten tidak hanya bisa menata buku di rak, tetapi mampu mengorganisasi koleksi fisik dan digital secara sistematis agar mudah ditemukan, memberikan layanan referensi dan penelusuran informasi yang kompeten, mengembangkan koleksi yang relevan dengan kebutuhan komunitas, membangun dan mengelola perpustakaan digital, mengajarkan literasi informasi kepada pengguna, dan berkontribusi pada akses informasi masyarakat Indonesia yang merata. Di Indonesia yang sedang membangun ekosistem pengetahuan, pustakawan yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Ilmu Perpustakaan dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perpustakaan umum, perguruan tinggi, sekolah, dan lembaga yang membutuhkan pustakawan yang kompeten.
Linked data dan knowledge graphs, artificial intelligence untuk metadata enrichment, digital preservation dan long-term access strategies, community-centered library services dan social infrastructure, serta data librarianship dan research data management adalah kompetensi pustakawan modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan perpustakaan Indonesia yang transformatif, berbasis digital, dan menjadi pusat pembelajaran komunitas.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Reference Librarian di perpustakaan umum/PT yang memberikan layanan penelusuran dan konsultasi informasi; Digital Library Manager yang membangun dan mengelola perpustakaan digital; Information Architect yang merancang sistem organisasi dan temu kembali informasi; serta Knowledge Manager di perusahaan yang mengelola pengetahuan organisasi.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia). Contoh CPL: Mampu mengorganisasi koleksi perpustakaan menggunakan standar katalogisasi (RDA, AACR2), klasifikasi (DDC, UDC), dan format metadata (MARC, Dublin Core) yang menghasilkan representasi bibliografis yang akurat dan konsisten serta memfasilitasi temu kembali yang efektif, memberikan layanan referensi dan penelusuran informasi menggunakan strategi penelusuran yang efektif pada berbagai basis data dan sumber informasi yang menghasilkan jawaban yang akurat dan komprehensif terhadap kebutuhan informasi pengguna, membangun dan mengelola koleksi digital menggunakan perangkat lunak perpustakaan digital yang sesuai yang menghasilkan repositori yang terorganisasi, mudah diakses, dan memiliki metadata yang berkualitas, serta merancang dan melaksanakan program literasi informasi menggunakan kerangka literasi informasi yang sesuai yang menghasilkan peningkatan kemampuan pengguna dalam menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara etis dan efektif.
Libatkan IPI, perpustakaan nasional, perpustakaan perguruan tinggi, komunitas pustakawan Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang praktik kerja pustakawan terstruktur dan magang di perpustakaan sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi information organization, reference services, dan digital library management dalam CPL. Masukkan linked data dan AI for metadata sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan teknologi perpustakaan dan kebutuhan layanan informasi Indonesia.
Prodi Ilmu Perpustakaan yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan pustakawan yang tidak hanya kompeten dalam organisasi dan layanan informasi, tetapi juga memiliki keyakinan mendalam bahwa akses informasi adalah hak demokratis yang harus dijamin bagi semua orang tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, kreativitas dalam mengembangkan layanan dan program perpustakaan yang relevan dan menarik bagi komunitas yang dilayaninya, dan keyakinan bahwa perpustakaan yang baik bukan sekadar tempat menyimpan buku tapi ruang komunitas yang hidup yang memungkinkan setiap orang untuk belajar, tumbuh, dan terhubung. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program ilmu perpustakaan dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem informasi nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami