Artikel | Berita | Dunia Kampus
Neo Feeder Tersendat Jelang 30 April? Cek Ini
15 Apr 2026
14 Apr 2026
Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) mengkaji teori dan praktik komunikasi dan penyiaran dalam konteks dakwah Islam: teori komunikasi Islam, dakwah dan media, jurnalisme Islam, produksi konten media Islam (radio, TV, digital), desain komunikasi dakwah, etika media Islam, dan penelitian komunikasi Islam. Sarjana KPI yang kompeten tidak hanya bisa berceramah di masjid, tetapi mampu merancang strategi komunikasi dakwah yang efektif untuk berbagai segmen dan platform, memproduksi konten media Islam yang berkualitas dan menarik, menggunakan media digital secara efektif untuk dakwah, menganalisis efektivitas pesan dan strategi komunikasi dakwah, dan berkontribusi pada ekosistem komunikasi Islam Indonesia yang sehat, moderat, dan rahmatan lil alamin. Di Indonesia dengan ekosistem media Islam yang besar dan dinamis, sarjana KPI yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi KPI dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan media Islam, lembaga dakwah, Kemenag, dan komunitas yang membutuhkan sarjana KPI yang kompeten.
Podcast dakwah dan audio storytelling Islam, counter-narrative extremism dan digital peace-building, short-form Islamic content dan reels dakwah, Islamic influencer marketing dan halal brand communication, serta metaverse dakwah dan immersive Islamic experiences adalah kompetensi sarjana KPI modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan komunikasi dakwah Indonesia yang inovatif, adaptif terhadap platform digital, dan mampu menjangkau generasi muda.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Da’i/Komunikator Islam yang menyampaikan pesan Islam melalui berbagai platform; Content Creator Islam yang memproduksi konten dakwah digital berkualitas; Jurnalis Media Islam yang meliput dan melaporkan isu-isu Islam secara berimbang; serta Islamic Communication Strategist yang merancang strategi komunikasi untuk lembaga dakwah.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari komunitas komunikasi Islam Indonesia. Contoh CPL: Mampu merancang strategi komunikasi dakwah yang sesuai karakteristik target audiens dan platform yang digunakan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi Islam yang menghasilkan pesan dakwah yang efektif, relevan, dan berpotensi menghasilkan perubahan pengetahuan, sikap, atau perilaku yang positif, memproduksi konten media dakwah (video, audio, tulisan, grafis) yang berkualitas menggunakan teknik produksi yang sesuai platform dan standar jurnalistik/konten Islam yang menghasilkan konten yang menarik, informatif, dan sesuai nilai-nilai Islam, menganalisis fenomena komunikasi dan media Islam menggunakan kerangka analisis komunikasi yang relevan yang menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang pola, tren, dan dampak komunikasi Islam di masyarakat Indonesia, serta memanfaatkan platform media digital secara strategis untuk dakwah menggunakan pemahaman tentang algoritma dan perilaku audiens digital yang menghasilkan jangkauan yang luas dan engagement yang bermakna dengan audiens yang dituju.
Libatkan media Islam nasional, lembaga dakwah, Kemenag, komunitas content creator Islam, dan praktisi komunikasi dakwah Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang produksi konten dakwah nyata dan magang di media Islam sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi Islamic communication strategy, media dakwah production, dan digital Islamic content creation dalam CPL. Masukkan Islamic podcast production dan counter-narrative communication sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan platform digital dan kebutuhan komunikasi dakwah Indonesia.
Prodi KPI yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan sarjana yang tidak hanya kompeten dalam komunikasi dan media Islam, tetapi juga memiliki komitmen terhadap dakwah yang rahmatan lil alamin yang menolak narasi yang memecah belah, menakut-nakuti, atau memfitnah demi klik dan views, kreativitas dalam menemukan cara menyampaikan pesan Islam yang kaya dan indah dalam format yang menarik bagi generasi digital native, dan keyakinan bahwa dakwah yang efektif di era digital adalah dakwah yang bertumpu pada nilai bukan sensasi, substansi bukan kemasan semata. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program KPI dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem komunikasi Islam nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami