Universitas Sains dan Teknologi Komputer Hadirkan Duta Inklusi dalam Program Kakak Asuh–Adik Asuh di SLB Negeri Karanganyar
14 Apr 2026
14 Apr 2026
Manajemen Bisnis atau Manajemen Pemasaran mengkaji teori dan praktik pemasaran produk dan jasa secara komprehensif: perilaku konsumen, riset pemasaran, strategi pemasaran, manajemen merek, pemasaran digital, manajemen hubungan pelanggan, dan kewirausahaan. Sarjana pemasaran yang kompeten tidak hanya bisa membuat konten media sosial, tetapi mampu menganalisis pasar dan perilaku konsumen secara mendalam, merancang strategi pemasaran yang terintegrasi dan berbasis data, mengembangkan dan mengelola merek secara efektif, mengimplementasikan kampanye pemasaran digital yang terukur, dan berkontribusi pada pertumbuhan bisnis dan organisasi Indonesia yang kompetitif. Di Indonesia dengan pasar konsumen yang besar dan berkembang, sarjana pemasaran yang kompeten sangat strategis.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Manajemen Pemasaran dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan, agensi pemasaran, startup, dan lembaga yang membutuhkan profesional pemasaran yang kompeten.
Omnichannel marketing dan customer journey mapping, marketing automation dan CRM AI, influencer marketing dan creator economy, neuromarketing dan behavioral consumer insights, serta sustainable marketing dan purpose-driven branding adalah kompetensi profesional pemasaran modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan pemasaran Indonesia yang berbasis data, terintegrasi digital-fisik, dan mampu membangun loyalitas konsumen yang kuat.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Brand Manager di perusahaan FMCG yang mengembangkan dan mengelola ekuitas merek; Digital Marketing Manager yang merancang dan mengelola strategi pemasaran digital; Market Research Analyst yang mengumpulkan dan menganalisis data pasar; serta Entrepreneur yang mendirikan dan mengembangkan bisnis berbasis pemahaman pasar yang mendalam.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari komunitas pemasaran Indonesia. Contoh CPL: Mampu menganalisis pasar dan perilaku konsumen menggunakan metode riset pemasaran yang sesuai (survei, focus group, analisis data sekunder, netnografi) yang menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen sebagai dasar keputusan pemasaran yang tepat sasaran, merancang strategi pemasaran yang terintegrasi menggunakan marketing mix yang sesuai target pasar dan tujuan bisnis yang menghasilkan rencana pemasaran yang kohesif dan berpotensi efektif dalam mencapai tujuan pertumbuhan, merancang dan mengimplementasikan kampanye pemasaran digital menggunakan platform dan tools yang relevan yang menghasilkan kampanye yang menjangkau audiens yang tepat dengan pesan yang relevan dan ROI yang terukur, serta mengelola dan mengembangkan ekuitas merek menggunakan prinsip-prinsip brand management yang menghasilkan merek yang memiliki diferensiasi yang jelas, relevansi yang tinggi, dan loyalitas konsumen yang kuat.
Libatkan perusahaan FMCG, agensi pemasaran, startup, komunitas profesional pemasaran, dan praktisi digital marketing Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang proyek pemasaran berbasis klien nyata dan magang di perusahaan/agensi pemasaran sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi consumer insights research, integrated marketing strategy, dan digital marketing implementation dalam CPL. Masukkan marketing automation dan neuromarketing sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan ekosistem pemasaran dan kebutuhan bisnis Indonesia.
Prodi Manajemen Pemasaran yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan profesional pemasaran yang tidak hanya kompeten dalam analisis dan eksekusi pemasaran, tetapi juga memiliki kreativitas yang berpikir out-of-the-box untuk menemukan cara menyampaikan nilai kepada konsumen yang belum terpikirkan sebelumnya, kemampuan analitis yang memastikan setiap keputusan kreatif didukung oleh pemahaman mendalam tentang data dan perilaku konsumen, dan keyakinan bahwa pemasaran yang baik bukan tentang memanipulasi orang untuk membeli tapi tentang menghubungkan produk yang benar-benar bernilai dengan konsumen yang sungguh-sungguh membutuhkannya. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program manajemen pemasaran dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem bisnis dan pemasaran nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami