Universitas Sains dan Teknologi Komputer Hadirkan Duta Inklusi dalam Program Kakak Asuh–Adik Asuh di SLB Negeri Karanganyar
14 Apr 2026
14 Apr 2026
Sastra Inggris mengkaji bahasa, sastra, dan budaya Inggris dan Amerika secara mendalam: linguistik bahasa Inggris, sastra Inggris dari berbagai periode (Renaissance, Romantisisme, Modernisme, Postmodernisme, kontemporer), sastra Amerika dan postkolonial Inggris, teori sastra, terjemahan sastra, dan kajian budaya Anglofon. Sarjana sastra Inggris yang kompeten tidak hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar, tetapi mampu menganalisis teks sastra berbahasa Inggris secara mendalam menggunakan teori yang relevan, mengkaji perkembangan bahasa dan sastra Inggris dalam konteks sejarah dan budaya, menerjemahkan karya sastra Inggris ke Indonesia dengan mempertahankan nilai estetikanya, dan berkontribusi pada hubungan budaya Indonesia-dunia Anglofon. Di Indonesia yang terus membutuhkan jembatan bahasa dan budaya dengan dunia Inggris, sarjana sastra Inggris sangat berharga.
Outcome-Based Education (OBE) memastikan kurikulum Prodi Sastra Inggris dirancang dari kompetensi yang benar-benar dibutuhkan penerbitan, media, pendidikan, pariwisata, dan lembaga yang membutuhkan sarjana sastra Inggris yang kompeten.
World literature dan postcolonial fiction in English, screen adaptation studies dan transmedia storytelling, translation technology dan literary machine translation post-editing, English for academic purposes dan research writing, serta speculative fiction dan science fiction studies adalah kompetensi sarjana sastra Inggris modern. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 mendorong kurikulum yang selaras dengan kebutuhan Indonesia dalam memahami dan berinteraksi dengan dunia Anglofon yang mendominasi produksi pengetahuan dan budaya global.
Berdasarkan buku Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dari SEVIMA, PL menjawab peran profesional lulusan. Contoh PL: Literary Translator yang menerjemahkan karya sastra Inggris ke Indonesia atau sebaliknya; English Content Editor di penerbitan/media yang menyunting teks berbahasa Inggris; Academic Writing Consultant yang membantu peneliti Indonesia menulis dalam bahasa Inggris; serta Cultural Mediator yang menjembatani pemahaman lintas budaya Indonesia-Anglofon.
CPL harus menyelaraskan SN-Dikti, KKNI Level 6, dan standar dari komunitas linguistik dan sastra Indonesia. Contoh CPL: Mampu menganalisis karya sastra berbahasa Inggris (novel, puisi, drama) dari berbagai periode dan tradisi menggunakan pendekatan sastra yang relevan yang menghasilkan interpretasi yang mendalam tentang makna, estetika, dan konteks sosial-historis karya serta relevansinya dalam percakapan sastra global, berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara lisan dan tertulis dengan tingkat kemahiran akademik dan profesional yang tinggi menggunakan register yang sesuai konteks yang menghasilkan komunikasi yang efektif, akurat, dan berkesan, menerjemahkan teks sastra dan nonfiksi dari bahasa Inggris ke Indonesia atau sebaliknya dengan mempertahankan makna, nada, dan nilai estetis teks sumber yang menghasilkan terjemahan yang setia dan enak dibaca dalam bahasa sasaran, serta menganalisis konteks budaya dan sejarah yang membentuk produksi dan penerimaan sastra Anglofon yang menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara teks, konteks, dan pembaca.
Libatkan penerbitan, media, lembaga kebudayaan, komunitas sastrawan, dan industri kreatif Indonesia dalam validasi PL dan CPL. Rancang workshop terjemahan sastra dan magang di penerbitan/media sebagai jalur CPL. Integrasikan kompetensi literary analysis, English language mastery, dan literary translation dalam CPL. Masukkan screen adaptation studies dan translation technology sebagai kompetensi masa depan. Evaluasi CQI berkala sesuai perkembangan sastra Anglofon dan kebutuhan hubungan budaya Indonesia-dunia Anglofon.
Prodi Sastra Inggris yang mengimplementasikan OBE dengan PL dan CPL yang tepat menghasilkan sarjana yang tidak hanya kompeten dalam bahasa dan sastra Inggris, tetapi juga memiliki apresiasi terhadap sastra sebagai seni yang mengungkap kebenaran tentang kondisi manusia dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh genre tulisan lain, kemampuan untuk membaca teks dengan kritis dan penuh perhatian yang melatih cara berpikir yang melampaui permukaan, dan keyakinan bahwa menguasai sastra Inggris membuka akses pada warisan intelektual dan imajinatif terkaya dalam sejarah manusia modern. Dari pengalaman SEVIMA mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi, program sastra Inggris dengan OBE yang solid menghasilkan lulusan yang kompetitif di ekosistem budaya dan bahasa nasional.
Bagaimana praktik lebih detil penyusunan Kurikulum OBE dan Profilnya, Buku “Sukses Susun Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan Rumusan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang Tepat” dari SEVIMA sangat direkomendasikan karena menjawab tantangan mendesak yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia: ketidakselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pendekatan “backward design” yang dimulai dari analisis kebutuhan pemangku kepentingan (mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan). Buku ini memberikan solusi konkret dan terstruktur untuk mengubah perguruan tinggi dari “pencetak pengangguran terdidik” menjadi penghasil lulusan yang kompeten dan relevan. Panduan praktis yang disertakan, mulai dari checklist, template, hingga tahapan implementasi memudahkan perguruan tinggi untuk langsung mengaplikasikan konsep OBE tanpa harus memulai dari nol. Yuk, download sekarang, GRATIS di: sevima.com/ebook
Diposting Oleh:
ilhamfe45465277
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami