Kontak Kami

Artikel | Berita

UNIRA Malang Jejaring Sinergi Nasional, Fokus Isu Korupsi dan Politik Kebencanaan

12 Mei 2026

SEVIMA – Pusat Kajian Antikorupsi (PAKU) Universitas Islam Raden Rahmat Malang melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer, bersama akademisi Universitas Paramadina Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Kegiatan tersebut mengupas tema “Diplomacy Global: Tentang Korupsi dan Politik Kebencanaan,” sebagai respons atas tantangan praktik korupsi yang kian kompleks, lintas sektor, dan berdimensi global.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, khususnya dalam kajian antikorupsi yang tidak hanya berbasis pendekatan hukum, melainkan juga diperkaya melalui perspektif filsafat, etika, dan peradaban. 

Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PAKU) UNIRA Malang, DR. Dewi Ambarwati, MH. menegaskan, kolaborasi ini tidak berhenti pada penguatan jejaring akademik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan kontribusi nyata.

“Sinergi dengan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina memperkuat fondasi kajian antikorupsi, tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga dari dimensi etika dan nilai,” kata Ambarwati. 

Dikatakan, pendekatan multidisipliner penting, untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif terhadap korupsi sebagai fenomena yang bersifat sistemik.

“Korupsi bukan semata persoalan regulasi, melainkan juga persoalan moral dan peradaban,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti bahwa sektor kebencanaan merupakan salah satu ruang yang rentan terhadap praktik korupsi, terutama dalam situasi krisis yang menuntut respons cepat dari negara.

“Dalam situasi kebencanaan, integritas menjadi ujian utama. Karena itu, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan riset mendalam, serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola yang bersih dan berkeadilan,” tambahnya.

Selaku narasumber, Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina Jakarta, DR. Tatok Joko Sugiarto, M.IB menyampaikan, bahwa isu diplomasi global saat ini mengalami pergeseran paradigma.

Ia lalu mengutip pemikiran Joseph Nye melalui konsep soft power, bahwa kekuatan suatu negara tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan militer atau ekonomi, melainkan oleh nilai, budaya, legitimasi moral, dan kapasitas membangun pengaruh melalui kolaborasi.

“Diplomasi moderen adalah diplomasi kolaboratif. Ia menghubungkan ide, aktor, dan institusi untuk menjawab persoalan bersama,” ujarnya.

Pada persoalan korupsi, Tatok Joko menyoroti, bahwa praktik korupsi kini telah menjadi persoalan global yang menuntut pendekatan multidimensional.

“Merujuk teori Good Governance yang dipopulerkan oleh World Bank, korupsi muncul akibat lemahnya akuntabilitas, transparansi, dan supremasi hukum,” terangnya.

MoA Unira Malang dan Universitas Paramadina

Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina Jakarta.

Dengan MoA ini, diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan berbagai program kolaboratif. Diantaranya, penelitian bersama lintas disiplin, pertukaran dosen dan mahasiswa, penguatan kurikulum pendidikan antikorupsi, juga kegiatan forum-forum ilmiah berkelanjutan.

Penandatanganan MoA dengan Fakultas Falsafah dan Pedaban Universitas Paramadina Jakarta ini, juga menjadi tindak lanjut program FISIP Collaboration 2026.

Dekan FISIP UNIRA Malang, Husnul Hakim Sy, MH. menyatakan, kegiatan ini menjadi ruang akademik yang menghadirkan diskursus kritis atas berbagai persoalan global kontemporer.

“Perguruan tinggi punya tanggung jawab besar untuk tidak hanya membaca realitas sosial-politik, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis riset, analisis ilmiah, dan nilai-nilai etika publik,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, kata Husnul, FISIP UNIRA melalui Pusat Kajian Anti Korupsi terus mendorong lahirnya kajian-kajian kritis penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, Pusat Kajian Antikorupsi UNIRA Malang menegaskan posisinya sebagai pusat kajian yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk mempertemukan gagasan akademik, pertukaran perspektif, serta penguatan kolaborasi lintas institusi dalam merespons dinamika sosial-politik global yang kompleks.

Sumber: timesindonesia.co.id

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

Universitas Islam Raden Rahmat

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Langkah Universitas Ma’arif Lampung Menembus Reputasi Global lewat Riset dan Publikasi Scopus

Mari Diskusi