Kontak Kami

Artikel | Berita

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar Seminar AI, Kupas Strategi Etis Pemanfaatan AI sebagai Asisten Riset Tanpa Plagiarisme

20 Mei 2026

SEVIMA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Seminar Artificial Intelligence (AI) pada Sabtu (16/5/2026) di Lantai 4 Kampus II UNUSIDA. Seminar yang mengusung tema “Navigasi Etika: Strategi Cerdas Menggunakan AI sebagai Asisten Riset Tanpa Melanggar Batas Plagiarisme” ini menjadi ruang diskusi edukatif mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dalam dunia akademik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dengan antusiasme tinggi sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan teknologi digital yang kini semakin dekat dengan aktivitas pendidikan dan penelitian. Di tengah pesatnya perkembangan AI, mahasiswa dituntut tidak hanya mampu mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga memahami batasan etis dalam penggunaannya, terutama dalam proses penulisan karya ilmiah dan penelitian.

Seminar ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu pembelajaran, riset, serta penulisan akademik. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa teknologi AI dapat menjadi instrumen yang mendukung produktivitas akademik, namun tetap harus digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan kemampuan berpikir kritis, analisis, maupun kreativitas individu.

Hadir sebagai narasumber utama, dosen PGSD UNUSIDA, Ibu Nur Asitah, S.Pd., M.Pd., memberikan pemaparan komprehensif terkait perkembangan AI dalam dunia pendidikan dan penelitian. Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar terhadap berbagai sektor, termasuk lingkungan akademik.

Menurutnya, AI saat ini menawarkan berbagai kemudahan bagi mahasiswa, mulai dari membantu pencarian referensi, penyusunan ide penelitian, analisis data, hingga mendukung proses penyuntingan tulisan ilmiah. Namun demikian, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman etika agar penggunaannya tidak menimbulkan ketergantungan ataupun pelanggaran terhadap prinsip kejujuran akademik.

“AI dapat menjadi alat bantu yang sangat efektif dalam mendukung pembelajaran dan riset apabila digunakan secara tepat. Akan tetapi, mahasiswa tetap harus mampu berpikir mandiri, melakukan analisis kritis, serta menjaga orisinalitas karya ilmiahnya,” jelas Nur Asitah dalam sesi penyampaian materi.

Ia juga menekankan pentingnya membedakan penggunaan AI sebagai assistant atau pendukung proses belajar dengan penggunaan AI yang berpotensi mengarah pada tindakan plagiarisme. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa teknologi bukanlah jalan pintas untuk menyelesaikan tugas akademik, melainkan sarana yang membantu memperkuat kualitas proses belajar.

Dalam seminar tersebut, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi menggunakan AI secara cerdas dan aman dalam kegiatan akademik. Beberapa di antaranya meliputi cara memanfaatkan AI untuk brainstorming ide penelitian, merangkum sumber bacaan, membantu menyusun kerangka tulisan, hingga melakukan pengecekan tata bahasa tanpa menghilangkan identitas serta gagasan asli penulis.

Ketua HIMA PGSD UNUSIDA, Zafrina Jihan, menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian organisasi mahasiswa terhadap kebutuhan literasi digital di kalangan mahasiswa, khususnya terkait pemanfaatan teknologi AI yang semakin berkembang.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan wawasan baru sekaligus menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin terdigitalisasi.

“Seminar ini kami hadirkan agar mahasiswa tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi modern, tetapi juga memahami bagaimana cara memanfaatkannya secara tepat sebagai fasilitas pembelajaran masa kini maupun masa depan. Kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman bahwa penggunaan teknologi harus tetap selaras dengan nilai etika akademik,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Miratul Fadhilah, menjelaskan bahwa seminar ini menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi secara cerdas, inovatif, dan bertanggung jawab. Menurutnya, isu mengenai etika penggunaan AI dalam dunia pendidikan menjadi topik yang penting untuk terus didiskusikan mengingat semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut di lingkungan akademik.

“Melalui seminar ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk lebih bijak menggunakan AI. Teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi penggunaannya harus tetap berada dalam koridor etika agar tidak melanggar prinsip akademik maupun mengurangi kualitas proses belajar,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan partisipasi aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan diajukan seputar batas penggunaan AI dalam penulisan karya ilmiah, cara menghindari plagiarisme saat menggunakan AI, hingga peluang pemanfaatan teknologi tersebut dalam mendukung inovasi pendidikan.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap isu teknologi dalam dunia pendidikan, sekaligus menandakan meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi digital di era modern.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, HIMA PGSD UNUSIDA diharapkan mampu terus mendorong lahirnya budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan integritas, tanggung jawab, dan kejujuran ilmiah.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa PGSD UNUSIDA dalam membangun lingkungan akademik yang progresif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Dengan pemahaman yang tepat mengenai penggunaan AI, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai mitra belajar yang produktif sekaligus tetap menjaga kualitas, orisinalitas, dan etika dalam setiap proses pembelajaran maupun penelitian.

Sumber: unusida.ac.id

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Tidak dapat mengambil data RSS.

Mari Diskusi