Izin Terbit, Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Senior Medan Menjadi Universitas Senior Medan (USM)
20 Mei 2026
20 Mei 2026
SEVIMA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar kegiatan rutin Ahad Pahing yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, di Pondok Pesantren An Nur, Desa Atari Jaya, Kecamatan Lalembuu, Minggu (25/1).
Kegiatan tersebut diisi dengan syiar keagamaan, dan juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PCNU Konawe Selatan dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sulawesi Tenggara.
Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua.
Acara yang mengusung tema Harlah ke-100 NU, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia” menjadi penegasan komitmen NU dalam membangun peradaban bangsa melalui penguatan pendidikan, dengan mengintegrasikan tradisi pesantren dan pendidikan tinggi modern.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama PCNU dan UNU Sultra sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Pembangunan peradaban yang mulia harus dimulai dari pendidikan yang berkualitas, menyeluruh, dan berakar pada nilai-nilai keagamaan serta kearifan lokal. Sinergi ini diharapkan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda di Konawe Selatan,” ujarnya.
MoU yang ditandatangani mencakup kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bentuk kerja sama tersebut antara lain pertukaran sumber daya, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik mahasiswa UNU di pesantren dan desa binaan NU, penelitian bersama pengembangan masyarakat, serta program beasiswa bagi santri dan kader NU di Konawe Selatan.
Ketua PCNU Konawe Selatan, Moh Anwar mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar NU dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul.
“Menyambut satu abad NU, kami tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga mempersiapkan masa depan. Kerja sama ini menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak kader Nahdliyin yang kuat secara intelektual, spiritual, dan memiliki daya saing,” kata ia.
Sementara itu, Ketua Senat UNU Sulawesi Tenggara, Mahdar Tayong yang mewakili Rektor UNU Sultra menyebut kolaborasi tersebut sebagai upaya saling melengkapi antara dunia akademik dan pesantren.
“Universitas memiliki kerangka teoritis, sementara pesantren memiliki praktik sosial yang nyata. Kolaborasi ini akan memperkaya dunia akademik dengan realitas masyarakat, sekaligus menghadirkan perkembangan ilmu pengetahuan ke lingkungan pesantren dan warga NU,” pungkasnya.
Sumber: kendaripos.fajar.co.id
Diposting Oleh:
Yasmin SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami