Kontak Kami

Artikel | Berita

UNAMIN Raih Silver Award di Ajang Internasional SPARK 2026 Lewat Riset Pemetaan Habitat Sagu

03 Agu 2026

Sumber: um-sorong.ac.id

SEVIMA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) di tingkat internasional. Tim mahasiswa UNAMIN berhasil meraih Silver Award pada ajang SPARK 2026 (International Student Project Competition) melalui penelitian inovatif yang mengangkat isu pelestarian hutan sagu di Papua Barat Daya dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh (remote sensing).

Tim yang diketuai oleh Agniel Lorensyus Malino bersama Adam Saifullah AriefRidho Bintang Ramadhan, dan Yuchiro Heizkia Reenhard Paliyama, seluruhnya merupakan mahasiswa Semester 6 Program Studi Teknik Informatika, berhasil memperoleh penghargaan melalui karya ilmiah berjudul “Analysis and Mapping of Sago Habitat Using NDVI, NDWI, and LSWI to Support Local Food Security in Sorong Regency.” Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Muhammad Yusuf, S.Kom., M.Kom.

Ketua tim, Agniel Lorensyus Malino, menjelaskan bahwa pemilihan topik penelitian didasari oleh keprihatinan terhadap kondisi hutan sagu di Kabupaten Sorong yang mulai mengalami alih fungsi lahan. Padahal, sagu merupakan salah satu sumber pangan lokal yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat Papua. Selain itu, tim juga melihat masih minimnya penelitian yang mengombinasikan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Index (NDWI), dan Land Surface Water Index (LSWI) dalam memetakan habitat sagu di wilayah Sorong.

“Kami memilih topik ini karena melihat kondisi hutan sagu di Sorong yang mulai terancam akibat alih fungsi lahan. Di sisi lain, penelitian yang menggabungkan NDVI, NDWI, dan LSWI untuk pemetaan habitat sagu di daerah ini masih sangat terbatas. Hal tersebut menjadi peluang bagi kami untuk menghadirkan penelitian yang dapat memberikan kontribusi ilmiah sekaligus manfaat bagi daerah,” ujar Agniel.

Dalam proses penelitian, tim menghadapi berbagai tantangan, terutama pada tahap pengumpulan data citra satelit. Data historis dari tahun-tahun sebelumnya masih belum lengkap dan banyak bagian yang kosong sehingga membutuhkan proses pengolahan yang cermat tanpa mengubah keaslian data. Selain itu, tutupan awan pada citra satelit juga menjadi kendala utama dalam memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi habitat sagu.

Meski menghadapi berbagai hambatan, penelitian tersebut berhasil menghasilkan pemetaan yang dapat menjadi referensi awal dalam upaya identifikasi habitat sagu berbasis teknologi penginderaan jauh. Tim berharap hasil penelitian ini dapat menjadi fondasi bagi penelitian lanjutan yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan data satelit yang semakin berkembang di masa mendatang.

“Harapan kami, penelitian ini dapat menjadi langkah awal bagi peneliti berikutnya untuk mengembangkan metode yang lebih mutakhir sehingga upaya pelestarian hutan sagu dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tambah Agniel.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNAMIN mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan dan ketahanan pangan lokal. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis data bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sagu di Papua Barat Daya.

Penelitian tersebut juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya mendukung ketahanan pangan berbasis komoditas lokal, SDG 15 (Life on Land) melalui pelestarian ekosistem daratan dan perlindungan habitat sagu, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Prestasi yang diraih pada SPARK 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan institusi mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdaya saing internasional. Universitas Muhammadiyah Sorong berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan penelitian yang inovatif, berdampak bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

Universitas Muhammadiyah Sorong

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Kenalan dengan SEVIMA Platform Lite | Solusi Sistem Akademik untuk Kampus Baru dan Berkembang

Mari Diskusi