Etika Akademik di Era Generatif AI
26 Agu 2026
26 Agu 2026
Sumber: iainpare.ac.id
SEVIMA – Prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Tahap II Tahun 2026 sesi kedua yang digelar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu, 22 Agustus 2026, menjadi momentum kelulusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Pascasarjana. Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Wisuda Tahap II Tahun 2026. Sebelumnya, sesi pertama telah berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, Wisuda Sarjana dan Magister Tahun 2026 diikuti 955 wisudawan dan wisudawati dari empat fakultas dan Pascasarjana.
Di antara para wisudawan, dua sosok dari Program Studi Ekonomi Syariah tampil sebagai mahasiswa inspiratif berkat jejak prestasi, kepemimpinan, dan kontribusi yang mereka torehkan selama menempuh pendidikan. Keduanya ialah Muh. Yusuf dan Zulkifli Andira.
Muh. Yusuf, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah kelahiran Bonne-Bonne, 5 Juli 2004, menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dengan predikat Pujian. Sepanjang masa studinya, ia mencatatkan sejumlah pengalaman magang dan kerelawanan, mulai dari Asisten Seksi Layanan di PT Bank Sulselbar Parepare, anggota Tim Task Force Akreditasi Program Studi dan Institusi IAIN Parepare, hingga relawan pajak dalam program Relawan Pajak untuk Negeri (RENJANI) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Parepare.
Sebagai Awardee BSI Scholarship Batch 3, Muh. Yusuf juga aktif dalam karya tulis ilmiah dan publikasi. Ia tercatat memiliki sejumlah artikel yang terbit di jurnal terindeks SINTA serta pernah meraih penghargaan sebagai Best Presenter pada konferensi internasional bidang ekonomi Islam. Selain itu, ia meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi dan menerima Student Achievement Awards Tahun 2024 di kampusnya.
“Wisuda ini saya maknai sebagai awal, bukan akhir. Ilmu dan pengalaman yang saya peroleh ingin saya lanjutkan untuk memberi kontribusi nyata, khususnya di bidang administrasi, keuangan, dan perbankan,” ujar Muh. Yusuf.
Sementara itu, Zulkifli Andira, yang akrab disapa Tulen, kelahiran Gowa, 21 Oktober 2003, menyelesaikan studi di Program Studi Ekonomi Syariah dengan IPK 3,84 dan predikat Sangat Memuaskan. Ia menjadi salah satu representasi kepemimpinan mahasiswa IAIN Parepare. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Seni (ANIMASI) pada 2024, sebelum kemudian mengemban amanah sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Parepare pada 2025.
Rekam jejaknya di dunia organisasi serta seni dan budaya cukup panjang. Bersama ANIMASI, ia turut mengantarkan tim meraih Juara I Lomba Tari Kreasi pada Anniversary Parepare Info ke-7 serta ambil bagian dalam Festival Teater Mahasiswa Indonesia di Universitas Hasanuddin. Ia juga terpilih sebagai peserta Akademi Kepemimpinan Nasional (AKMINAS) 2025 di Jakarta dan dipercaya sebagai Ketua Angkatan yang menghimpun lebih dari 100 mahasiswa terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.
Di luar organisasi, Zulkifli dikenal sebagai salah satu pelopor kewirausahaan mahasiswa di lingkungan FEBI. Berawal dari tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis, ia merintis usaha kopi keliling menggunakan Vespa yang kemudian berkembang hingga memperoleh izin berjualan di pelataran fakultas. Aktivitas tersebut turut membuka ruang bagi tumbuhnya wirausaha mahasiswa lainnya.
“Saya percaya kemampuan seseorang tidak selalu diukur dari deretan prestasi, melainkan sejauh mana ia bermanfaat bagi sesama. Saya mungkin tidak memiliki segudang prestasi, tetapi saya berusaha menciptakan ruang bagi mahasiswa yang ingin berprestasi,” tuturnya.
Dalam prosesi wisuda, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., mengingatkan bahwa momentum wisuda bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan gerbang awal untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para alumni menjunjung tinggi integritas dan etika serta menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kehadiran sosok seperti Muh. Yusuf dan Zulkifli Andira menegaskan harapan tersebut. Keduanya menjadi contoh bahwa gelar akademik yang disandang tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi amanah untuk terus belajar, berkarya, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Diposting Oleh:
Yasmin SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami