Kontak Kami

Artikel | Berita

Unisda Gelar Kuliah Umum, Dorong Lahirnya Generasi Intelektual Mukhlisin Berkarakter Unggul

25 Sep 2026

SEVIMA – unisda.ac.id

Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan menggelar Kuliah Umum bertema “Menjadi Penggerak Perubahan: Memberdayakan Inovator Muda untuk Indonesia yang Cerdas, Berkelanjutan, dan Inklusif” di Gedung Sabudga Unisda Lamongan, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Moh Dahlan, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, sebagai pembicara utama dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas.

Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari komitmen Unisda dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat pengabdian, dan kemampuan menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Senat Unisda, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., serta Rektor Unisda Lamongan, Dr. Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Rektor Unisda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Prof. Moh Dahlan yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman kepada sivitas akademika Unisda. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terus berkontribusi dalam membangun atmosfer akademik yang produktif dan berkemajuan.

Rektor berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebagai proses pembentukan diri yang utuh, tidak hanya untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas diri dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Jadilah mahasiswa yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Hiduplah dengan konsisten. Empat tahun ke depan saya berharap mahasiswa mampu menjaga konsistensi dalam belajar, berorganisasi, dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian untuk terus belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan.

“Jangan takut belajar, jangan takut menjadi pintar, dan jangan takut menjadi pakar. Karena dengan ilmu yang dimiliki, kita dapat menjadi cahaya yang menerangi banyak orang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor menyinggung capaian membanggakan yang diraih keluarga besar Unisda. Salah satunya adalah kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa Program Magister Unisda yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, hal tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan kontribusi kampus bagi bangsa.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan di Unisda tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja) yang menjadi fondasi dalam pengembangan keilmuan dan pembentukan karakter mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Senat Unisda, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya pembangunan karakter sebagai fondasi utama dalam meraih kesuksesan. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi pribadi yang unggul, sebagaimana program studi yang terus berupaya mencapai dan mempertahankan akreditasi unggul.

“Sebagaimana program studi berupaya meraih akreditasi unggul, mahasiswa juga harus menjadi pribadi yang unggul. Salah satu ciri utama pribadi unggul adalah kejujuran,” ungkapnya.

Prof. Afif menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengelola diri melalui prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Keempat prinsip tersebut menjadi bekal penting dalam merencanakan masa depan, mengorganisasi potensi diri, melaksanakan program secara konsisten, serta melakukan evaluasi terhadap setiap langkah yang dijalani.

Ia juga mengingatkan bahwa karakter merupakan aset paling berharga yang dimiliki seseorang. Dalam arahannya, Prof. Afif mengutip sebuah ungkapan yang menegaskan pentingnya menjaga karakter dalam kehidupan.

“When wealth is lost, nothing is lost; when health is lost, something is lost; when character is lost, all is lost.”

Menurutnya, harta dan kesehatan memang penting, tetapi karakter menjadi fondasi yang menentukan kepercayaan, kehormatan, dan keberhasilan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada sesi utama, Prof. Dr. Moh Dahlan, M.Ag. menyampaikan materi bertajuk “Membangun Generasi Intelektual Mukhlisin di Masa Kini.” Ia menjelaskan bahwa konsep mukhlisin menjadi sangat relevan bagi mahasiswa Unisda karena kampus ini didirikan oleh para ulama yang tidak hanya mewariskan tradisi keilmuan, tetapi juga nilai keikhlasan dalam perjuangan dan pengabdian.

Menurutnya, seorang intelektual sejati tidak cukup hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga harus memiliki keilmuan yang mendalam, mampu memberikan manfaat bagi orang lain, menjunjung tinggi kejujuran, serta memiliki sikap zuhud dalam menjalani kehidupan.

“Sarjana bukan hanya orang yang memiliki ijazah. Sarjana adalah mereka yang mampu membaca keadaan, memahami kebutuhan masyarakat, dan menerapkan ilmunya untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Prof. Moh Dahlan menambahkan bahwa karakter mukhlisin berakar dari keikhlasan dalam menjalankan setiap aktivitas, termasuk dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memandang proses pendidikan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian, bukan sekadar kewajiban akademik.

Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menjalani perkuliahan hanya sebatas hadir di kelas dan menyelesaikan tugas, tetapi mampu menghayati seluruh proses pembelajaran yang berlangsung.

“Jangan hanya sekadar kuliah dan mengerjakan tugas. Mahasiswa harus mampu menghayati proses perkuliahan, menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” pesannya.

Menurutnya, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi merupakan kompetensi yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat. Dengan bekal keilmuan yang kuat dan keikhlasan dalam belajar, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Kuliah umum ini menegaskan komitmen Unisda Lamongan dalam membangun generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, nilai-nilai Aswaja yang kokoh, serta semangat pengabdian kepada umat dan bangsa. Melalui perpaduan antara keilmuan, keikhlasan, dan integritas, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi intelektual mukhlisin yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan inklusif.

Diposting Oleh:

Nasya Alriani

Tags:

Universitas Islam Darul ‘Ulum

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Storage Edlink Naik Hingga 3X Lipat, Tanpa Biaya Tambahan

Mari Diskusi