Pesan Rektor UID Bagi Gen Z: Kuasai AI dan Teknologi, Tapi Jadikan Agama Fondasi Utama Integritas
23 Okt 2026
22 Okt 2026
SEVIMA — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran santri dan lembaga pendidikan Islam dalam mengarungi arus transformasi zaman. Rektor Universitas Islam Jakarta (UID), Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si., menegaskan bahwa nilai-nilai keilmuan tradisional pesantren kini harus mampu bertransformasi dan berdampingan secara harmonis dengan sains modern, teknologi mutakhir, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal tersebut disampaikan Prof. Raihan dalam wawancara khusus podcast SEVIMA. Menurutnya, dinamika perkembangan pesantren di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dari tahun ke tahun, baik dari segi pertumbuhan jumlah lembaga maupun kualitas para santrinya.
“Hari Santri merupakan momentum yang harus kita sikapi dengan kesiapan menghadapi perubahan. Pesantren pada dasarnya memiliki akar nilai-nilai tradisional yang sangat kuat berbasis keagamaan. Namun, di era digital saat ini, transformasi menuju pembaruan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah hal yang mutlak,” ujar Prof. Raihan, Kamis (22/10/2026).
Prof. Raihan menambahkan, keberadaan santri dan pengelola pesantren di masa kini bertindak sebagai penjaga dan penguat nilai-nilai luhur bangsa. Melalui kombinasi antara pemahaman agama yang mendalam dan penguasaan teknologi modern, santri diharapkan mampu membentuk peradaban baru yang berkarakter, berintegritas, serta berdaya saing tinggi.
Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam tertua di Jakarta, Universitas Islam Jakarta terus berupaya menginternalisasi semangat kesantrian dan nilai-nilai keislaman ke dalam kurikulum pendidikan tingginya. Strategi ini diterapkan agar seluruh insan akademik mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan arah moral dan etika.
Prof. Raihan menjelaskan bahwa visi besar UID mengarahkan seluruh civitas akademika untuk berdaya saing global dengan tetap berlandaskan pada dua pilar utama, yaitu nilai-nilai ideologi negara Pancasila dan nilai-nilai ajaran Islam. Visi ini diwujudkan melalui kurikulum yang mengintegrasikan aspek spiritual dan intelektual.
“Kami berupaya membangun intelektual yang seimbang antara tiga aspek utama, yaitu akal pikiran, ilmu pengetahuan, dan kekuatan iman. Di Universitas Islam Jakarta, para pendiri merancang agar setiap mata kuliah dapat dikomparasikan dan diselaraskan dengan nilai-nilai Islam. Ini sejalan dengan tradisi pesantren, namun dengan penguatan pada sains, teknologi, dan AI yang terus berkembang pesat,” tegasnya.
Penerapan paradigma “Ilmu Amaliyah dan Amal Ilmiyah” menjadi roh pembelajaran di UID. Pendekatan ini mewajibkan seluruh tenaga pengajar (dosen) untuk menghubungkan substansi mata kuliah umum dengan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali keahlian teknis sesuai program studinya, tetapi juga memiliki benteng moral yang kukuh.
Menutup pembicaraannya, Prof. Raihan memberikan pesan mendalam bagi generasi muda, khususnya mahasiswa di seluruh Indonesia. Ia mengimbau generasi muda agar tidak menjadi penonton pasif di tengah cepatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), melainkan menjadikannya sebagai instrumen untuk melipatgandakan karya positif.
“Teknologi dan AI adalah alat (tool), bukan tujuan akhir. Sebelum menguasai alat tersebut, generasi muda harus memperkuat dasar ilmu pengetahuan (fundamental knowledge) terlebih dahulu. Kuasai teknologinya, ikuti perubahannya, tetapi jangan pernah melepaskan nilai-nilai etika dan akhlak berbasis agama. Nilai-nilai keagamaan itulah fondasi utama dari integritas seorang manusia,” pungkas Prof. Raihan.
Melalui spirit Hari Santri 2026 ini, Universitas Islam Jakarta berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi masa depan, tetapi juga tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga moralitas dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia.
Diposting Oleh:
Erna SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami