STIE Ganesha Akan Berubah Menjadi Universitas
27 Okt 2026
26 Okt 2026
SEVIMA – stpmd.apmd.ac.id
STPMD “APMD” Yogyakarta menggelar Wisuda pada Sabtu, 26 September 2026, di Gedung Ganesha STPMD “APMD” Yogyakarta. Sebanyak 178 mahasiswa dari lima program studi, mulai jenjang Diploma Tiga, Sarjana, hingga Magister, resmi menyelesaikan pendidikan.
Prosesi wisuda diawali dengan lantunan Mars APMD, “APMD Kampus Pelopor Pembangunan Masyarakat Desa,” kemudian dilanjutkan pembacaan laporan hasil kelulusan oleh Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Teddy Kurniawan, S.Kom. Sebanyak 14 mahasiswa lulus dari D3 Pembangunan Masyarakat Desa, dengan 10 predikat pujian/cum laude dan 4 sangat memuaskan. S1 Pembangunan Sosial meluluskan 20 mahasiswa, terdiri atas 13 pujian/cum laude, 5 sangat memuaskan, 1 memuaskan, dan 1 cukup. S1 Ilmu Komunikasi meluluskan 18 mahasiswa, dengan 9 pujian/cum laude, 8 sangat memuaskan, dan 1 memuaskan. S1 Ilmu Pemerintahan meluluskan 77 mahasiswa, terdiri atas 29 pujian/cum laude, 36 sangat memuaskan, 11 memuaskan, dan 1 cukup. Sementara S2 Magister Ilmu Pemerintahan meluluskan 49 mahasiswa, dengan 20 pujian/cum laude, 23 sangat memuaskan, dan 6 memuaskan. Lulusan terbaik dari masing-masing program studi diraih oleh Kurnia Tri Agustina, A.Md. (D3 Pembangunan Masyarakat Desa), Yuni Sarah Br Barus, S.Sos. (S1 Pembangunan Sosial), Alifia Diva Zahrani, S.I.Kom. (S1 Ilmu Komunikasi), Vivi Cintia Devi, S.I.P. (S1 Ilmu Pemerintahan), dan Retno Irawati, SE., M.I.P. (S2 Magister Ilmu Pemerintahan).
Mewakili wisudawan, Yuni Sarah Br Barus, S.Sos. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada orang tua, dosen, sivitas akademika, serta rekan seperjuangan. Lulusan terbaik S1 Pembangunan Sosial asal Berastagi, Sumatera Utara, itu mengungkapkan bahwa dukungan orang tua menjadi bagian penting selama menempuh pendidikan di Yogyakarta. “Selama ini kami jarang pulang, hari ini anakmu ini membawa gelar untuk kalian,” ungkapnya. Wisudawan menyebut perjalanan pendidikan tidak lepas dari kegagalan dan berbagai tantangan, tetapi seluruh proses tersebut akhirnya membawa para wisudawan menyelesaikan apa yang telah dimulai. Menurutnya, gelar bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga mandat untuk kembali ke masyarakat dan membela kepentingan rakyat. “Ketika kembali ke rumah masing-masing, membawa mandat yang sama, menjadi sarjana yang membela kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta, Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si., mengingatkan bahwa gelar sarjana bukan tanda berakhirnya persoalan kehidupan. Setelah meninggalkan kampus, para lulusan justru akan menghadapi tantangan yang lebih beragam. Beliau mengibaratkan masa kuliah seperti berenang di kolam dangkal, sedangkan kehidupan setelah lulus seperti menghadapi “sungai yang keras”. Karena itu, Dr. Sutoro berpesan agar para lulusan tetap tekun, tidak mudah menyerah, terus berbuat baik, serta mampu melihat persoalan secara terang dan jernih. Beliau juga mengingatkan pentingnya rendah hati dan menjaga martabat ketika menghadapi kenyataan yang tidak berpihak. “Selalu rendah hati menghadapi kenyataan, selalu memegang teguh martabat ketika berjumpa dengan kenyataan yang tidak berpihak atau tidak bersahabat dengan kita,” pesannya.
Dr. Sutoro menegaskan bahwa semangat APMD bertumpu pada kemasyarakatan dan kerakyatan, yakni kemampuan bergaul bersama masyarakat sekaligus berpihak kepada rakyat. Para sarjana juga diingatkan agar tidak memandang kantor, dokumen, dan formulir sebagai segala-galanya. “Dokumen bukan segala-galanya,” tegasnya. Selain itu, Dr. Sutoro mendorong lulusan untuk menjadi sarjana yang kritis sekaligus memiliki kebajikan. Istilah “sarjana sujana” menurutnya menggambarkan pribadi yang mampu berpikir lebih dalam, saksama, dan bermakna, bukan sekadar lantang menyampaikan pendapat. Dalam membaca realitas masyarakat, sarjana juga perlu memahami konteks dan tidak terburu-buru menghakimi. “Paling baik adalah menertawakan diri sendiri, bukan tertawa sendiri. Itu menjadi bagian dari perjalanan hidup kita menjadi orang yang lebih dewasa,” ujarnya.
Wisuda menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk kembali ke tengah masyarakat. Melalui semangat “APMD Kampus Pelopor Pembangunan Masyarakat Desa”, para sarjana diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya untuk berkontribusi, tetap kritis tanpa kehilangan kebajikan, serta menjaga kejujuran, martabat, kemasyarakatan, dan kerakyatan.
Diposting Oleh:
Nasya Alriani
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami