Kontak Kami

Artikel | Berita

Sukses Digelar, Kuliah Umum Ekosistem Film Unpak Patut Diapresiasi, Perkuat Peluang Generasi Muda

27 Okt 2026

SEVIMA – unpak.ac.id

Sebagai rangkaian Dies Natalies ke-56, Kuliah Umum dan Kick-Off Ekosistem Film Nasional dan Internasional 2026 yang sukses diselenggarakan Universitas Pakuan (Unpak) patut diapresiasi sebagai langkah nyata dalam mempertemukan dunia akademik, praktisi industri kreatif, dan jejaring internasional untuk membuka peluang bagi generasi muda Indonesia.

Kegiatan dengan tema “Kunci Sukses Menjadi Entrepreneur dan Moviepreneur: Akademi Film Desa, Ekosistem Film, dan Peluang Generasi Muda Indonesia Go International” ini berlangsung di Ruang Teater Graha Pakuan Siliwangi (GPS) Lantai 10, Unpak, Kamis, 22 Oktober 2026.

Acara ini merupakan bagian dari kolaborasi UNPAK–IFACE yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya Bogor Global Youth Movement UNPAK–IFACE, Bogor ICMI Islamic Festival 2027, Akademi Film Desa 2026, serta Road to Cannes Film Festival, France 2028.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan pentingnya membangun jejaring lintas sektor untuk memperluas ruang pengembangan talenta kreatif dan memperkenalkan karya Indonesia ke tingkat internasional.

Jejaring internasional yang diangkat dalam kegiatan ini melibatkan sejumlah perwakilan dari 11 negara antara lain, Indonesia, Belanda, Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Australia, Arab Saudi, Jepang, Bahrain, Malaysia, dan Singapura.

Representasi negara-negara tersebut memperkuat pesan mengenai pentingnya membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan ekosistem film dan industri kreatif.

“Selamat atas terselenggaranya Kuliah Umum dan Kick Off Ecosystem Film Nasional dan Internasional 2026. Kami dengan seganap kreativitas dan kemampuan kami ingin turut berkolaborasi siap mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut,” kata Bezie Galih salah seorang diaspora Francis.

Baca juga:
Mahasiswa Unpak Ikut Kuliah Umum dan Kick-Off Ekosistem Film Nasional dan Internasional

Kegiatan ini dihadiri pimpinan Unpak, para dekan dan wadek dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), jajaran dosen, mitra kerja sama, pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta perwakilan diaspora Indonesia dari sepuluh negara.

Rektor Unpak, Prof. Didik Notosudjono, yang membuka kegiatan, menegaskan bahwa film memiliki peran strategis yang melampaui fungsi hiburan.

Menurutnya, film merupakan media pendidikan, ekspresi budaya, komunikasi sosial, sekaligus sarana membangun identitas dan citra bangsa.

“Film bukan sekadar tontonan atau hiburan. Film merupakan media pendidikan, ruang ekspresi budaya, sarana komunikasi sosial, sekaligus instrumen strategis dalam membangun identitas dan citra bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, film dapat menjadi medium untuk memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan, sejarah, kearifan lokal, dan keberagaman budaya kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik Unpak, Prof. Eri Sarimanah, mengatakan bahwa kegiatan ini dilandasi pentingnya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha, berkarakter, dan berdaya saing global.

“Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memahami kunci sukses berwirausaha, peluang moviepreneurship, serta bagaimana kreativitas dan potensi lokal dapat dikembangkan menjadi karya dan usaha yang bernilai ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kehadiran dua praktisi, yakni Harlan Bestari Bengardi, BSBA, PGHM., CEO dan Co-Founder Pestigo, serta Reza B. Surianegara, S.E., produser, sutradara, dan Direktur Utama PT Mahakarya Bhumi Hambalang, turut memperkuat substansi kegiatan.

Keduanya menghadirkan perspektif mengenai kewirausahaan, pengembangan ekosistem kreatif, serta proses produksi dan penyutradaraan film.

Keterlibatan Akademi Film Desa serta jejaring diaspora Indonesia dari sepuluh negara juga membuka ruang untuk mempertemukan potensi lokal dengan peluang kolaborasi yang lebih luas.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga diapresiasi oleh Kementerian Desa Republik Indonesia yang diwakili oleh Ir. Hendriyanto, Founder Akademi Film Desa. Ia mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan Unpak melalui kerja sama dengan IFACE.

Dukungan tersebut menjadi penguatan bagi upaya membangun ekosistem film yang tidak hanya berkembang di lingkungan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah perdesaan.

Melalui Akademi Film Desa, potensi lokal, kekayaan budaya, serta cerita masyarakat desa dapat dikembangkan menjadi karya audiovisual yang memiliki nilai edukasi, ekonomi, dan promosi budaya.

Diposting Oleh:

Nasya Alriani

Tags:

Universitas Pakuan

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Standar Mutu Kampus Sudah Tercapai, Apa Langkah Selanjutnya?

Mari Diskusi