Kontak Kami

Artikel | Berita

Di Tengah Transisi Energi, ITNY Tegaskan Batubara Masih Jadi Andalan—Industri Ditantang Bertransformasi

11 Mei 2026

SEVIMA – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) sukses menggelar Seminar Nasional Dies Natalis ke-22 di Hotel Sahid Raya & Convention Yogyakarta (13/4), yang mengangkat isu strategis masa depan energi di tengah derasnya arus transisi menuju energi bersih. Forum ini menegaskan bahwa di balik tren global energi terbarukan, batubara masih memegang peran krusial dalam ketahanan energi nasional dan global.

Seminar ini awalnya diagendakan menghadirkan Tony Wenas sebagai pembicara utama. Namun demikian, karena berhalangan hadir, forum tetap berlangsung dinamis dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari pemerintah, industri, dan akademisi.

Turut hadir dalam seminar ini antara lain Yogi Meirizal, ST (Assistant Superintendent DST (Dry Stock Talling & Water Management PT Nusa Halmahera Minerals), Okky Chandra Perdana, ST, MT (Operational Director PT Anggun Permai Tekindo), Dr Eng Ir Iman Achmad Sadisun, MT (Akademisi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB). mereka memberikan perspektif komprehensif terkait tantangan dan peluang industri pertambangan ke depan.

Dalam sesi utama, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Ir. Priyadi, menegaskan bahwa permintaan batubara global masih akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan. Negara-negara industri seperti China masih membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Transisi energi tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam 30 tahun ke depan, batubara masih akan tetap digunakan sebagai bagian dari sistem energi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa krisis energi global akibat konflik geopolitik justru meningkatkan kembali ketergantungan terhadap batubara sebagai sumber energi yang lebih stabil dan ekonomis. Namun demikian, Priyadi menekankan bahwa industri harus terus berbenah melalui efisiensi, digitalisasi, serta penerapan konsep green mining agar tetap kompetitif di tingkat global.

Dari sisi akademik, Rektor ITNY, Dr. Ir. Setyo Pambudi, M.T., menegaskan pentingnya peran manusia di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Teknologi adalah alat, tetapi manusia tetap menjadi penentu arah. Nilai, etika, dan kreativitas tidak dapat digantikan oleh mesin,” ujarnya.

Rektor juga menekankan bahwa seminar ini menjadi bagian dari komitmen ITNY dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perubahan industri dan perkembangan teknologi global.

Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Alumni Teknologi Nasional (Kelatnas ITNY), Ir. Yunus, mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di tingkat global.

“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta inovasi yang membawa Indonesia maju,” ungkapnya.

Melalui Seminar Nasional ini, HMTA ITNY menunjukkan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang aktif dalam menghadirkan diskursus strategis yang relevan dengan isu global. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi ITNY sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sumber daya manusia yang unggul dan berdampak.

Sumber: itny.ac.id

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Wakil Rektor II Universitas Narotama: Memimpin dengan Hati, Bersandar pada Teknologi

Mari Diskusi