Kontak Kami

Artikel | Opini

Pemanfaatan AI di Dunia Perguruan Tinggi: Jalan Pintas atau Jalan Terobosan?

18 Agu 2026

Oleh: Elisabeth Funan – Mahasiswa Universitas Citra Bangsa

SEVIMA – Artificial Intelligence (AI) semakin hari semakin populer dan canggih dikalangan perguruan tinggi terutama dalam menyelesaikan tugas harian  dari dosen dan penelitian. Banyak mahasiswa dan dosen memanfaatkan AI untuk mengolah data, menulisis laporan, hingga mencari literatur secara cepat. Namun pertanyaan saya adalah apakah AI benar-benar menjadi jalan terobosan bagi dunia riset atau justru menjadi jalan pintas yang melemahkan kemampuan berpikir?

Menurut saya, potensi AI sangat membantu dalam kegiatan riset kampus. AI sangat cepat dalam hal menganalisa dan mengolah data yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan. Dengan bantuan AI, mahasiswa dapat melakukan visualisasi data, mencari pola yang sulit dimengerti, bahkan bisa memprediksi hasil penelitian dengan lebih efisien dan instan. Bagi dosen dan peneliti, AI membuka peluang untuk pengembangan riset yang lebih inovatif, terutama di bidang kesehatan, teknik, ekonomi dan ilmu sosial.

Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap risiko yang muncul akibat adanya AI. Banyak dari mahasiswa yang menggunakan AI sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas, bukan sebagai alat bantu. Contohnya adalah saya sendiri, saya menggunakan AI untuk menulis seluruh laporan penelitian tanpa saya pahami prosesnya. Biasa disebut copy paste dari AI. Karena saya tidak paham, saat ditanya terkait dengan laporan tersebut saya mengalami kebingungan. Perlu kita ketahui bahwa jika hal ini terus terjadi, akan ada generasi akademisi yang pintar menggunakan AI tetapi lemah dalam berpikir kritis dan analisis yang mendalam.

Selain itu juga, dari pengalaman saya menggunakan AI, menyadarkan saya bahwa hasil yang diberikan AI tidak selalu akurat. AI bekerja berdasarkan data yang ada, bukan berdasarkan pemahaman manusia. Jika data yang digunakan kurang lengkap maka AI dapat memberikan jawaban yang keliru tanpa pengguna sadari. Ini bahaya dalam penelitian, karena kesalahan kecil dapat menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Maka dari itu, pengawasan manusia tetap menjadi kunci utama untuk memeriksa, mengkritisi dan memastikan bahwa hasil yang diberikan AI sesuai.

Kesimpulan

Penggunaan AI harus ditempatkan sebagai alat pendukung dan bukan pengganti proses penelitian. Mahasiswa harus didorong untuk memahami metode penelitian, sementara AI hanya dijadikan sebagai sarana mempercepat dan mempermudah proses.

Manfaat AI dalam riset kampus dapat menjadi jalan terobosan jika digunakan secara cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Tetapi AI juga bisa berubah menjadi jalan pintas yang merusak kualitas akademik jika digunakan tanpa pemahaman dan control. Teknologi sangat canggih, namun tetap membutuhkan manusia untuk memastikan manfaat AI benar-benar dirasakan oleh dunia pendidikan.

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

opini

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Ijazah Bagus tapi Karakter Nol, Buat Apa? | Ngobrol Bersama Rektor Univ Nahdlatul Ulama Cirebon

Mari Diskusi