Kontak Kami

Artikel | Berita

Syarifuddin Tundreng Dilantik Jadi Rektor USN Kolaka, Integrasikan Petuah Leluhur di Dunia Akademis

18 Agu 2026

SEVIMA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto resmi melantik Dr. Syarifuddin Tundreng, S.S., M.Pd. sebagai Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030 pada Selasa (18/08/2026) di Jakarta. Mantan Dekan FKIP USN Kolaka ini memperkokoh kepemimpinan akademis di kampus merah marun usai memenangi kontestasi pemilihan rektor akhir Juli lalu.

Dalam pelantikan, Menteri Brian menekankan pentingnya perguruan tinggi terus beradaptasi, dengan kebutuhan zaman dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia nyata, perluasan pembelajaran berbasis pengetahuan, serta riset diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Perguruan tinggi harus berlandaskan pada tiga prinsip, yaitu inklusif, adaptif, dan berdampak,” ujar Menteri Brian, Selasa (18/8/2026).

Pelantikan ini menjadi momen bersejarah bagi perguruan tinggi negeri di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara tersebut. Di balik pencapaian akademisnya, sosok Syarifuddin menarik perhatian karena latar belakangnya sebagai akademisi etnolinguistik dan peneliti setia tutur lisan tanah kelahirannya, Soppeng, Sulawesi Selatan, yang kini dipercaya memegang nahkoda tertinggi kampus di tanah rantau.

Jejak Ilmiah Pappaseng Toriolo

Sebagai peneliti bahasa dan sastra, Dr. Syarifuddin Tundreng memiliki ikatan emosional serta intelektual yang kuat terhadap kearifan lokal Bugis. Rekam jejak ilmiahnya yang terindeks di jejaring akademik Connected Papers memuat penelitian mendalam bertema “Fungsi Pappaseng Toriolo dalam Masyarakat Bugis Soppeng”.

Melalui kajian etnolinguistik tersebut, Syarifuddin membedah bagaimana Pappaseng Toriolo atau nasihat-nasihat tua leluhur Bugis bukan sekadar naskah kuno, melainkan norma sosial yang mengatur tata hubungan antarmanusia, kepemimpinan, dan keteguhan moral. Penelitian ini menjadi bukti bahwa perjalanan kariernya sebagai peneliti bahasa selalu berjalan beriringan dengan komitmen merawat budaya daerah di mana pun ia berada.

Ketertarikan akademisnya terhadap riset bahasa dan budaya Bugis Soppeng tidak berhenti di jurnal ilmiah. Syarifuddin membawa nilai-nilai etnolinguistik tersebut ke dalam praktik manajemen perguruan tinggi modern. Dalam mengelola tata kelola kampus yang adaptif dan efisien, ia menjadikan falsafah tua sebagai pijakan etis birokrasi.

Nilai-nilai seperti Lempu (kejujuran), Getteng (keteguhan prinsip), Acca (kecendekiaan), serta Sipakatau-Sipakalebbi (saling memanusiakan dan menghargai) diintegrasikannya ke dalam budaya kerja sivitas akademika USN Kolaka. Menurutnya, tata kelola kampus yang modern justru membutuhkan sentuhan kearifan lokal agar iklim akademik tetap sejuk dan beretika.

Prinsip Sipakatau (humanisme) dan Sipakainge (saling mengingatkan) ia terapkan langsung usai prosesi pemilihan rektor. Mengantongi 22 dari 35 suara senat dan kementerian, Syarifuddin memilih merangkul seluruh elemen kampus tanpa membedakan sekat-sekat kontestasi.

“Kemenangan ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh keluarga besar USN Kolaka,” kata Syarifuddin usap pemilihan Rektor USN Kolaka.

Akselerasi Misi Strategis USN Kolaka

Berbekal perpaduan kepemimpinan berbasis budaya dan visi akademis yang adaptif, Syarifuddin telah menyiapkan langkah akselerasi untuk membawa USN Kolaka berdaya saing tinggi. Prioritas utamanya pascapelantikan adalah memperkuat akreditasi program studi dan meningkatkan kualitas mutu pembelajaran.

Secara khusus, ia akan mengawal kemandirian pelaksanaan plotting Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di USN Kolaka pada tahun 2027 mendatang. Pengalamannya memimpin FKIP membuatnya memahami peran strategis USN Kolaka dalam mencetak tenaga pendidik unggul di kawasan Sulawesi Tenggara.

Selain itu, digitalisasi kampus dan penguatan jejaring kemitraan industri terus dipacu guna menyesuaikan arah regulasi Kemendiktisaintek terbaru. Pelantikan Dr. Syarifuddin Tundreng membuktikan bahwa seorang peneliti bahasa yang tetap merawat Pappaseng Toriolo mampu menghadirkan kepemimpinan perguruan tinggi yang sejuk, berintegritas, dan berwawasan masa depan.

Diposting Oleh:

Erna SEVIMA

Tags:

pelantikan Rektor USN Kolaka

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Tidak dapat mengambil data RSS.

Mari Diskusi