Kontak Kami

Artikel | Berita

APTISI Kalbar Dorong Pembentukan LLDIKTI di Wilayahnya Demi Akselerasi Mutu Kampus

23 Agu 2026

SEVIMA — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) secara mendorong pembentukan Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) mandiri di Provinsi Kalimantan Barat. Langkah ini dinilai penting untuk mengurai hambatan birokrasi serta mempercepat efisiensi tata kelola 38 perguruan tinggi swasta yang tersebar di wilayah tersebut.

Aspirasi itu disampaikan oleh Ketua APTISI Kalbar, Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIAr., di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rekernas) 1 APTISI di Provinsi Lampung. Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus APTISI Pusat serta Pemerintah Provinsi Lampung atas suksesnya penyelenggaraan forum nasional tersebut.

Dalam kesempatan dialog bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Purwanto menyoroti urgensi pemekaran wilayah kerja LLDIKTI. Pasalnya, saat ini seluruh pelayanan administrasi perguruan tinggi swasta di Kalimantan masih tersentralisasi di LLDIKTI Wilayah XI yang berkedudukan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kami sampaikan juga tadi ke Pak Menteri untuk pembukaan LLDIKTI di wilayah Kalbar,” kata Purwanto yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, saat ditemui di sela-sela Rakernas APTISI 1 di Lampung, Minggu (23/8/2026).

Purwanto menilai pemusatan satu LLDIKTI untuk melayani lima provinsi sekaligus membuat pelayanan akademik kurang optimal. Aksesibilitas geografis menjadi persoalan utama, di mana akademisi atau pengelola kampus asal Kalbar sering kali harus transit ke Jakarta terlebih dahulu hanya untuk menuju Banjarmasin.

“Selama ini LLDIKTI se-Kalimantan hanya ada satu di Banjarmasin. Kalau kami dari Kalbar mau ke Banjarmasin harus terbang ke Jakarta dulu, tentu ini kurang efisien. Pemekaran LLDIKTI mandiri di Kalbar adalah salah satu usulan utama yang kami perjuangkan,” tegas Purwanto.

Padahal, potensi perguruan tinggi swasta di Kalbar sangat besar. Saat ini terdapat 38 institusi perguruan tinggi yang terdiri dari universitas, sekolah tinggi, hingga lembaga vokasi. Posisi Kalbar yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam juga menuntut percepatan mutu pendidikan tinggi agar mampu bersaing di kawasan regional.

Selain tantangan geografis, pembentukan LLDIKTI Kalbar dipandang krusial untuk mendongkrak angka partisipasi pendidikan tinggi. Saat ini rasio penduduk berpendidikan sarjana di Kalimantan Barat baru mencapai kisaran 3 persen. Kehadiran kantor LLDIKTI di Pontianak diyakini dapat mendorong sinergi komplementer antarkampus secara lebih masif.

“Mencermati rasio penduduk sarjana di Kalbar yang baru sekitar 3 persen, tentu percepatan mutu harus dilakukan secara komplementer. Jika LLDIKTI ada di Kalbar, akselerasi pelayanan dan peningkatan mutu kampus berbatasan ini akan jauh lebih baik,” jelasnya.

Usulan pembentukan LLDIKTI Kalbar telah disampaikan secara resmi kepada Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto agar mendapat perhatian prioritas. Di tingkat lokal, usulan ini telah memperoleh komitmen penuh dari jajaran pimpinan daerah, khsusunya untuk membantu memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) awal demi hadirnya kantor LLDIKTI di Kalbar.

Menindaklanjuti dukungan tersebut, APTISI Kalbar berencana mengonsolidasikan seluruh anggota PTS di daerah untuk mengawal realisasi pembentukan LLDIKTI bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Diposting Oleh:

Erna SEVIMA

Tags:

APTISI

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Ijazah Bagus tapi Karakter Nol, Buat Apa? | Ngobrol Bersama Rektor Univ Nahdlatul Ulama Cirebon

Mari Diskusi