Kontak Kami

Artikel | Opini

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Perguruan Tinggi

28 Agu 2026

Oleh: Bursamin – Dosen Universitas Pat Petulai

SEVIMA – Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang sangat berpengaruh dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Di lingkungan akademik, khususnya di Universitas Pat Petulai Rejang Lebong Bengkulu penggunaan Artificial Intelligence mulai marak dalam menyelesaikan tugas kuliah, jurnal maupun skripsi. Namun, penggunaan AI ini masih belum optimal dan tidak merata di kalangan mahasiswa, serta menimbulkan tantangan etika dan ketergantungan. Melalui penulisan artikel opini ini, penulis memberikan solusi berupa sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan Artificial Intelligence generatif, khususnya Microsoft dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa menggunakan Artificial Intelligence secara efektif, aman, dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, dan penilaian. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi lebih terampil dalam menggunakan teknik prompting dalam menyelesaikan tugas akademik dan mampu memanfaatkan fitur image creator dalam menghasilkan berbagai jenis gambar. artikel opini ini mampu memberikan pemahaman terhadap penggunaan Artificial Intelligence secara bijak, serta memperkecil kesenjangan keterampilan penggunaan Artificial Intelligence di kalangan mahasiswa.

Menurut Mumtaz et all (2023) Artificial Intelligence (AI) adalah kemampuan sistem komputasi untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. AI merupakan bidang yang luas dengan aplikasi di berbagai sektor, memungkinkan mesin untuk memahami lingkungannya, memproses informasi, dan bertindak untuk mencapai tujuan tertentu yang merupakan inovasi teknologi paling revolusioner dalam beberapa dekade. Kehadirannya AI mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan, serta menghadirkan berbagai peluang dan tantangan. Dalam dunia pendidikan, AI menawarkan banyak manfaat yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, efisiensi administrasi, dan aksesibilitas Pemanfaatan AI di perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada aspek administratif, tetapi juga mencakup pembelajaran adaptif, analisis data akademik, deteksi plagiarisme, hingga pembuatan visualisasi teknis melalui fitur image creator (Wahyudinarti et all, 2025).

Di Indonesia, menurut Setiawan & Wibowo (2023) adopsi AI dalam lingkungan akademik demik di kalangan dosen dan mahasiswa ini penting karena dapat menjadi indikator kesiapan institusi dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pendidikan yang lebih efektif. Studi ini juga dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mendorong atau menghambat adopsi teknologi baru di lingkungan akademik. Dengan memahami bagaimana mengadopsi AI, institusi dapat mengembangkan strategi yang lebih tepat sasaran untuk mendorong adopsi teknologi yang lebih luas. Langkah ini sangat relevan mengingat peran penting dosen dalam mengimplementasikan teknologi dalam proses pengajaran dan pembelajaran (Akinwalere & Ivanov, 2022). Sebaliknya, di Universitas Pat Petulai Rejang Lebong masih menghadapi tantangan, salah satunya yaitu ketidak merataan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan teknologi. Terlihat dari hasil survei yang dilakukan di Universitas Pat Petulai Rejang Lebong Bengkulu menunjukkan bahwa lebih dari 80% mahasiswa sudah familiar dengan konsep AI, namun hanya sekitar 25% yang mampu memanfaatkannya secara optimal dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Perbedaan kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, latar belakang pendidikan, serta akses ke perangkat dan jaringan internet (PKM Universitas Pat Petulai (UPP), 2025)

Secara geografis, Kabupaten Rejang Lebong memiliki kondisi berbukit-bukit dan merupakan dataran tinggi pada pegunungan Bukit Barisan, terletak pada ketinggian sekitar 600-700 mdpl di tengah wilayah “Luak Ulu Musi” yang dialiri Sungai Musi. Wilayahnya didominasi bentang pegunungan dengan luas sekitar 1.559,42 km² dan cuaca yang khas dataran tinggi, dengan suhu rata-rata 17,73°C-30,94°C. Dengan batasan koordinat: Terletak antara 102°19′ – 102°57′ BT dan 2°22’07” – 3°31′ LS. Berada di tengah Provinsi Bengkulu, sekitar 85 km dari ibu kota provinsi, Kota Bengkulu dengan bentang alam dikelilingi oleh rangkaian pegunungan Bukit Barisan, dengan dataran tinggi di bagian tengah yang dikenal sebagai “Luak Ulu Musi”. Kondisi fisik berupa kelerengan berbentuk datar hingga bergelombang, dengan sebagian besar merupakan daerah perbukitan dan dataran tinggi.dengan jenis tanah: Beragam, seperti Andosol, Regosol, Podsolik, Latasol, dan Alluvial, dengan pH tanah 4,5–7,5. Suhu dan iklim normal rata-rata 17,73°C – 30,94°C, dengan curah hujan rata-rata 233,75 mm/bulan, menjadikan Rejang Lebong sebagai daerah dengan iklim yang cocok untuk pertanian. Topografi berada pada ketinggian 600–700 mdpl secara umum, meskipun ada beberapa wilayah dengan ketinggian berbeda, seperti Kecamatan Selupu Rejang yang memiliki ketinggian rata-rata 964 mdpl. Dengan daerah pesisir: Tidak memiliki wilayah pesisir, karena berada di dataran tinggi di pedalaman Sumatera. Sehingga mempengaruhi disparitas digital di kalangan mahasiswa. Meskipun Universitas Pat Petulai (UPP) merupakan institusi pendidikan tinggi dengan akreditasi baik, infrastruktur digital yang belum sepenuhnya merata menyebabkan beberapa mahasiswa kesulitan dalam mengakses dan memahami penggunaan AI secara maksimal. Potensi penggunaan AI cukup besar di bidang teknik ilmu Komputer, seperti rekayasa perangkat lunak dan sains data hingga visualisasi proyek infrastruktur (Mumtaz et all, 2023)

Menurut Hidayat & Praditha (2022) Pada dasarnya, AI memiliki banyak manfaat tergantung dari penggunaannya yang bijak. Bijak yang di maksud disini tidak selalu bergantung pada AI, melainkan menjadikan AI sebagai alat untuk mencari sebuah ide atau gagasan yang nantinya dapat di kembangkan secara mandiri. Dengan hal itu, pengguna atau mahasiswa dapat meningkatkan kualitas cara berfikir mereka. Sehingga mahasiswa harus tetap belajar berpikir kritis serta menghindari ketergantungan terhadap penggunaan AI. Dengan pemanfaatan yang tepat, mahasiswa dapat mengoptimalkan potensi diri dan meningkatkan kualitas individu. Fokus utamanya adalah menjaga keseimbangan antara perkembangan teknologi, kemampuan berpikir kreatif dan kritis, serta pemahaman akan batasan dalam penggunaan digital. AI sangat membantu dalam optimalisasi pembelajaran yang mampu mempersiapkan pengguna untuk tantangan di masa depan bagi mahasiswa Universitas Pat Petulai (UPP) yang pada saat ini menunjukkan rata-rata 97,7% mahasiswa di Universitas Brawijaya menggunakan AI dalam pembelajaran dengan ChatGPT sebagai alat utama. Akhyar et all (2023) menemukan bahwa aplikasi AI seperti Perflexity mampu membantu mahasiswa dalam mencari literatur lebih cepat, sehingga waktu dapat dialihkan untuk analisis yang lebih mendalam. Namun, penelitian tersebut  menggaris bawahi pentingnya simulasi dalam bentuk pelatihan etika penggunaan AI sehingga tidak menciptakan ketergantungan atau pelanggaran etika akademik.

Menurut Putra dan Suryadi (2024) beberapa aspek penting terkait pemanfaatan AI dalam dunia akademik, di antaranya: pemanfaatan Chat GPT dalam mendukung diskusi akademik dan membantu memahami konsep-konsep sulit dalam perkuliahan dan penggunaan Chat GPT untuk membantu brainstorming ide dalam penulisan karya ilmiah. Editing Video dengan AI untuk pembelajaran interaktif dan promosi konten edukatif dan penerapan AI dalam menghasilkan video berkualitas tinggi dengan otomatisasi pengeditan. Mendeley untuk Kutipan dan Referensi dalam mengelola referensi akademik dan cara menyusun daftar pustaka dan menghindari plagiarisme menggunakan Mendeley. Desain Media Interaktif untuk Pembelajaran desain grafis untuk membuat materi pembelajaran lebih menarik dan penggunaan alat desain berbasis AI untuk mendukung penyampaian materi secara visual. Aspek Etika dalam Pemanfaatan AI yaitu Risiko ketergantungan terhadap AI dalam proses berpikir kritis, Etika akademik dalam penggunaan AI, Strategi bijak dalam menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti pemikiran manusia (Setiawan & Wibowo, 2023).

Berdasarkan kondisi tersebut, perlu ditulis artikel opini tentang pemanfaatab AI di perguruan tinggi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan penggunaan AI generatif secara efektif dan bertanggung jawab kepada mahasiswa Universitas Pat Petulai (UPP). Artikel opini ini dirancang untuk mewadahi kesenjangan digital, meningkatkan skill digitalisasi mahasiswa, serta membentuk pemahaman tentang pemanfaatan AI yang aman dan etis. Metode pemahaman difokuskan pada Teknik penguasaan prompting, penggunaan Microsoft, serta penerapan AI dalam rekayasa perangkat lunak dan sains data.

Penulisan artikel opini ini dimaksud untuk mendorong pemanfaatan AI sebagai tool pendukung proses pembelajaran adaptif berbasi OBE berdampak, di mana AI digunakan untuk membantu personalisasi sesuai dengan kebutuhan dan model belajar pedagogic masing-masing mahasiswa. Tujuan utama artikel opini ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan AI sebagai sarana pembelajaran mandiri sehingga mampu membangun kesadaran akan dasar-dasar penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Pendampingan Pemanfaatan AI di Universitas Pat Petulai

Penulisan artikel opini ini dilaksanakan dengan pendekatan Metode penulisan artikel opini melibatkan beberapa langkah utama: menentukan topik yang aktual dan menarik, melakukan riset untuk mengumpulkan data dan fakta yang kredibel, menentukan sudut pandang yang jelas, menyusun kerangka tulisan yang terstruktur, dan menulis draf dengan mengikuti struktur dasar (judul, pendahuluan, isi, dan penutup). Penting untuk menyajikan argumen secara logis, menggunakan bahasa yang lugas dan komunikatif, serta menyimpulkan dengan kuat.

Kegiatan dilakukan selama satu minggu di bulan November 2025, bertempat di Fakultas Ilmu Teknik Universitas Pat Petulai (UPP) dan melibatkan 100 mahasiswa aktif Jurusan Teknik Ilmu Komputer sebagai peserta utama.

Tahapan Pelaksanaan

1. Persiapan, Tahap ini mencakup penyusunan materi berbasis AI, koordinasi dengan pihak universitas, informasi kegiatan melalui media kampus, serta persiapan sarana prasarana seperti ruang kegiatan, perangkat komputer, dan jaringan internet.

2. Penyajian Materi, Tim pelaksana memaparkan konsep dasar AI generatif, jenis model bahasa besar (LLMs), serta aplikasi Microsoft dalam pembelajaran adaptif. Materi mencakup teknik prompting , pemanfaatan fitur image creator , dan prinsip penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab.

3. Simulasi Praktis. Peserta dibimbing untuk melakukan praktik langsung dalam menggunakan AI, termasuk membuat instruksi prompt yang efektif untuk menyelesaikan tugas akademik, menggunakan fitur image creator untuk menghasilkan visualisasi teknis seperti sketsa perangkat lunak dan diagram alur kerja.

4. Diskusi Interaktif, yaitu diskusi untuk membahas tantangan, pertanyaan, dan pengalaman peserta selama praktik yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan meningkatkan kemampuan analitis peserta.

5. Evaluasi Hasil, penilaian dilakukan dengan kombinasi observasi secara langsung, uji keterampilan secara praktis, dan kuesioner reflektif pasca-pembibingan. Instrumen evaluasi dirancang untuk mengukur peningkatan kemampuan teknis dan perubahan sikap terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran.

Pemanfaatan Artificial Intellegence (AI) Di Perguruan Tinggi

Penulisan artikel opini berjudul “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Di Perguruan Tinggi di Universitas Pat Petulai (UPP)” bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI secara efektif, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam bentuk peningkatan skill digitalisasi, dengan harapan berdampak pada perubahan positif jangka panjang terhadap pola belajar mahasiswa serta kapasitas institusi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran berbasis OBE berdampak.

Secara personal menunjukkan bahwa para peserta praktik dan pembimbingan  menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengaplikasikan Microsoft sebagai alat bantu pembelajaran. Hasil penilaian pasca-kegiatan, lebih dari 75% peserta mampu membuat prompt yang efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, sementara 68% berhasil memanfaatkan fitur image creator untuk menghasilkan visualisasi teknik rekayasa perangkat lunak seperti sains data dan diagram alur kerja. Hal ini menggambarkan bahwa kegiatan penulisan artikel opini ini dianggap mampu menjembatani kesenjangan digital antar mahasiswa dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam.

Dari sisi institusi , kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam integrasi AI ke dalam kurikulum OBE berdampak dan model pembelajaran adaptif di Fakultas Teknik Universitas Pat Petulai (UPP). Dosen- dosen yang turut hadir selama pelaksanaan menyatakan apresiasi atas potensi penerapan AI dalam peningkatan efisiensi administrasi akademik, analisis data, serta pengembangan sistem pembelajaran berbasis Saintek. Sebagaimana capaian tujuan dan keberhasilan yang ditunjukkan dalam table.1 dibawah ini.

Tabel.1 Indikator dan Tolak Ukur Ketercapaian Kegiatan

AspekIndikatorTolak Ukur
TeknisSkill mahasiswa dalam menggunakan AI>70% peserta mampu membuat prompt efektif dan menghasilkan visualisasi AI sesuai standar
akademik
SikapKesadaran akan etika dan tanggung jawab penggunaan AI65% responden menyatakan pemahaman tentang pentingnya penggunaan AI secara bijak
Partisipasi dan AntusiasmeKehadiran dan kedisipilinanKehadiran ≥80%, partisipasi diskusi
≥50% peserta
DampakEfisiensi waktu dan peningkatan kualitasWawancara kelompok menunjukkan peningkatan produktivitas dan inovasi dalam tugas akademik

Tabel.2 Perbandingan Kemampuan Mahasiswa Sebelum dan Setelah Pelatihan

AspekSebelum (%)Sesudah (%)
Mampu membuat prompt efektif25%75%
Mampu menggunakan image creator10%68%
Memahami etika penggunaan AI20%80%

Berdasarkan hasil diatas, semua indikator kinerja telah memenuhi target yang ditentukan, sehingga dapat dinyatakan bahwa kegiatan penulisan artikel opini ini berdampak possitif terhadap integritas perguruan tinggi.

Keunggulan dan Kelemahan

Keunggulan peserta bisa berupa kecerdasan tinggi, kemampuan berpikir kritis, daya ingat kuat, semangat berprestasi, keahlian khusus, atau kreativitas. Sementara itu, kelemahan yang umum adalah minim pengalaman (terutama bagi fresh graduate), namun dapat diatasi dengan keikutsertaan dalam kursus, program coaching, atau memiliki sertifikasi.

Keunggulan

1. Meningkatkan literasi digital mahasiswa : kegiatan penulisan artikel opini ini mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memanfaatkan AI secara praktis dan bertanggung jawab.

2. Mendukung proses pembelajaran adaptif : Mahasiswa mampu mengaplikasikan  AI dalam personalisasi pembelajaran, termasuk dalam analisis data, visualisasi teknis, dan penyusunan laporan akademik.

3. Pemerataan akses: Melalui praktik dan pembimbingan, mahasiswa dari latar belakang yang berbeda memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajari dan memahami teknologi AI.

Kelemahan

1. Waktu simulasi praktik terbatas : Meskipun materi cukup padat, waktu kegiatan hanya satu minggu, sehingga belum optimal untuk pembentukan kebiasaan penggunaan AI secara mandiri.

2. Ketergantungan pada sarana dan prasarana: masih terdapat mahasiswa mengandalkan fasilitas kampus karena keterbatasan perangkat dan kuota internet.

3. Kurangnya penilaian lanjutan : Belum ada penilaian jangka panjang dalam memantau dampak berkelanjutan hasil pembelajaran terhadap kinerja akademik mahasiswa.

Kesulitan Pelaksanaan dan Peluang Pengembangan

Kesulitan pelaksanaan meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya, kesiapan SDM, dan masalah teknis seperti infrastruktur dan integrasi sistem, sementara peluang pengembangannya terletak pada pemanfaatan teknologi, potensi sumber daya alam, pengembangan SDM yang berkelanjutan, serta fleksibilitas untuk beradaptasi dengan kebutuhan. Peluang pengembangan sering kali berkaitan dengan solusi atas kesulitan yang ada, misalnya dengan investasi pada teknologi atau pelatihan untuk mengatasi keterbatasan SDM. Secara umum pelaksanaan berjalan efektif, terdapat beberapa tantangan, seperti:

1. Variasi tingkat kemampuan awal mahasiswa : Sebagian besar mahasiswa sudah familiar dengan AI, namun sebagian kecil belum pernah menggunakannya.

2. Infrastruktur teknologi : Tidak semua peserta memiliki laptop atau tablet untuk praktik langsung, sehingga dibutuhkan komputer laboratorium.

3. Pemahaman konsep AI : Beberapa mahasiswa masih cenderung menganggap AI sebagai alat instan tanpa perlu verifikasi, sehingga perlu penekanan lebih besar pada aspek kritis dan etika penggunaan.

Untuk masa mendatang, program ini memiliki banyak potensi pengembangan, seperti:

1. Integrasi AI dalam mata kuliah teknik ilmu komputer sebagai bagian dari kurikulum.

2. Penyediaan modul pembelajaran berbasis AI yang dapat diakses secara daring.

3. Kerja sama dengan lembaga IT atau startup lokal untuk penyediaan platform AI khusus pendidikan.

4. Pelatihan lanjutan untuk dosen agar mampu mengintegrasikan AI dalam proses pembelajaran.

Dokumentasi Kegiatan

Penutup

Kegiatan penulisan artikel opini ini mampu memberikan manfaat nyata baik bagi individu maupun institusi. Mahasiswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menggunakan AI, serta kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Indikator pencapaian menunjukkan bahwa semua tujuan telah tercapai, meskipun terdapat beberapa keterbatasan yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan program di masa depan. Melalui pendekatan interaktif dan relevansi dengan kebutuhan akademik, program ini dapat menjadi model pembelajaran berbasis teknologi yang layak dikembangkan lebih luas, baik di lingkungan Universitas Pat Petulai Rejang Lebong Bengkulu maupun institusi pendidikan lainnya di Indonesia.

Referensi

  1. Haleem, M. Javaid, M. Qadri and Suman. R (2022) “Understanding the role of digital technologies in education: A review,” Operations and Computers, vol. 3, pp. 275-285,
  2. Akhyar, M., Zakir, A., & Fitri, Y. (2023). Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Perflexity AI Dalam Penulisan Tugas Mahasiswa Pascasarjana. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 4 (2), 219–228.
  3. Gupta and Y. Chen, Mar (2022) “Supporting Inclusive Learning Using Chatbots? A Chatbot-Led Interview Study,” Journal of Information Systems Education, vol. 33, pp. 98-108,
  4. Martínez. Batanero, F, Cerero,F and León (2023) “Analysing the Impact of Artificial Intelligence and Computational Sciences on Student Performance: Systematic Review and Meta-analysis,” NAER: Journal of New Approaches in Educational Research, vol. 12, no. 1, pp. 171–197
  5. Hwang, H. Sung, S. Chang and X. Huang, (2020) “A Fuzzy Expert System-Based Adaptive Learning Approach To Improving Students’ Learning Performances By Considering Affective And Cognitive Factors,” Computers and Education: Artificial Intelligence, vol. 1,
  6. Hidayat, R., & Praditha, R. (2022). The Role of Artificial Intelligence in Civil Engineering Education: Opportunities and Challenges. International Journal of Engineering Pedagogy, 12 (3), 45–58. https://doi.org/10.3991/ijep.v12i3.30123
  7. Igielnik, (2020) On the Cusp of Adulthood and Facing an Uncertain Future: What We Know About Gen Z So Far Pewresearch. [Online] Available at: https://www.pewresearch.org
  8. Stewart and Khare, (2023) “Artificial Intelligence and the Student Experience: An Institutional Perspective,” IAFOR Journal of Education, vol. 6, pp. 63-75.
  9. Mumtaz, T. Z., Isna, N., & Rizki, M. (2023). Peran artificial intelligence terhadap optimalisasi pembelajaran mahasiswa Universitas Brawijaya. Multiverse: Open Multidisciplinary Journal, 2 (2), 254–261.
  10. Stefan A. D. Popenici and S. Kerr, (2021) “Exploring The Impact Of Artificial Intelligence On Teaching And Learning In Higher Education,” Research and Practice in Technology Enhanced Learning, vol. 12,
  11. Putra, I. M., & Suryadi, D. (2024). AI-Based Tools for Structural Design Learning: A Case Study in Indonesian Higher Education Institutions. Journal of Civil Engineering and Technology Education, 10 (1), 112–125.
  12. Setiawan, A., & Wibowo, B. (2023). Impact of Generative AI on Student Learning Outcomes in Technical Courses: A Quasi-Experimental Study. Indonesian Journal of Educational Technology, 9 (2), 88–102.
  13. Wahyudinarti, E., Rachmatika, W., & Febrianti, N. (2025). Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Mahasiswa Dengan AI. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9 (1), 488– 491
  14. Xia and X. Li, (2022) “Artificial Intelligence for Higher Education Development and Teaching Skills,” Wireless Communications and Mobile Computing, vol. 2022

Diposting Oleh:

Yasmin SEVIMA

Tags:

opini

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Tidak dapat mengambil data RSS.

Mari Diskusi