Kontak Kami

Artikel | Berita

LPPM UIN Madura Matangkan Persiapan Mandaya Awards 2026

30 Sep 2026

SEVIMA – lppm.uinmadura.ac.id

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan keikutsertaan UIN Madura pada Mandaya Awards 2026, Senin (28/9). Rapat berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB di Ruang LPPM Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Madura.

Rapat dihadiri oleh Ketua LPPM UIN Madura, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, tim pengabdi dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra, serta Prof. Dr. Hj. Umi Supraptiningsih, M.Hum., yang selama ini dikenal aktif dalam pemberdayaan perempuan dan pendampingan hukum bagi korban kekerasan seksual serta kekerasan terhadap anak di wilayah Madura.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan berbagai program dan rekam jejak pengabdian UIN Madura agar dapat disajikan secara sistematis sesuai dengan instrumen penilaian Mandaya Awards 2026. Dalam pedomannya, Mandaya Awards merupakan bentuk apresiasi nasional terhadap aksi dan pelaku pemberdayaan masyarakat yang menunjukkan proses pemberdayaan, hasil dan manfaat nyata, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan.

Pada kategori Perguruan Tinggi, penilaian Mandaya Awards 2026 menitikberatkan pada kualitas program pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi program pengabdian yang terencana dan sistematis, jumlah serta profil desa binaan, sasaran dan pembiayaan program, partisipasi masyarakat dan berbagai pihak, inovasi, dampak, serta keberlanjutan program.

Karena itu, rapat koordinasi LPPM UIN Madura tidak hanya diarahkan pada aspek administratif, tetapi juga pada penguatan substansi dan bukti dampak program. Tim pengabdi membahas bagaimana pengalaman dan praktik baik pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat terdokumentasi dengan baik, terutama terkait perubahan yang terjadi pada masyarakat setelah intervensi program, keterlibatan masyarakat, kolaborasi multipihak, serta peluang keberlanjutan.

Kehadiran Prof. Dr. Hj. Umi Supraptiningsih, M.Hum. dalam rapat tersebut turut memperkaya perspektif mengenai pentingnya pengabdian yang memiliki keberpihakan kepada kelompok rentan dan mampu menghadirkan perubahan sosial. Pengalaman dalam pendampingan perempuan dan anak menjadi salah satu perspektif penting dalam melihat pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata dari sisi program, tetapi juga dari aspek perlindungan, partisipasi, kapasitas, dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

Ketua LPPM UIN Madura menegaskan pentingnya menjadikan momentum Mandaya Awards sebagai ruang refleksi terhadap perjalanan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan perguruan tinggi. Program pengabdian perlu didokumentasikan bukan hanya sebagai laporan kegiatan, tetapi sebagai rekam jejak perubahan yang dapat menunjukkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Dalam pedoman Mandaya Awards 2026 ditegaskan bahwa masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pihak yang terlibat dalam proses dan pengelolaan manfaat. Penilaian juga mempertimbangkan inovasi, dampak, keberlanjutan, serta kualitas bukti yang tersedia.

Melalui rapat koordinasi ini, LPPM UIN Madura berkomitmen melakukan konsolidasi terhadap berbagai program pengabdian, khususnya PKM Desa Mitra, sehingga kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dapat tergambarkan secara utuh, berbasis bukti, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mandaya Awards 2026 sendiri mengusung semangat “Celebrating Impact, Inspiring Replication”. Ajang tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pemberian penghargaan, tetapi juga sebagai sarana mendokumentasikan aksi baik, membangun pembelajaran, dan menginspirasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Bagi UIN Madura, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan pengabdian yang berbasis kebutuhan, kolaboratif, berdampak, dan berkelanjutan.

Diposting Oleh:

Nasya Alriani

Tags:

universitas islam negeri madura

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Membangun Kampus Bermutu dan Mendunia tanpa Meninggalkan Budaya | Rektor Unmas Denpasar

Mari Diskusi