Film Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Penghargaan Nest 2026 di San Sebastián International Film Festival
30 Sep 2026
30 Sep 2026
Sumber: matapapua.com
SORONG, MataPapua – Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong memasuki babak baru kepemimpinan setelah Dr. Sirojjuddin, M.Pd dikukuhkan sebagai Rektor UNIMUDA Sorong masa jabatan 2026–2030. Kegiatan berlangsung di Gedung Pascasarjana UNIMUDA Sorong, Selasa (29/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus pengukuhan Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUDA Sorong masa jabatan 2026–2030 berdasarkan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 641/KEP/I.0/D/2026 tentang Pengangkatan Anggota Badan Pembina Harian Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.
Dalam momentum tersebut, mantan Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. H. Rustamadji, M.Si, menyampaikan pesan panjang mengenai perjalanan UNIMUDA sejak masih berbentuk STKIP Muhammadiyah Sorong hingga berkembang menjadi perguruan tinggi dengan berbagai capaian.

Rustamadji mengungkapkan, perjalanan tersebut berawal dari gagasan mendirikan perguruan tinggi Muhammadiyah di Kabupaten Sorong pada 2002. Saat itu, ia masih dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sorong.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari kebutuhan terhadap tenaga pendidik dan pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Papua.
Ia kemudian menceritakan bagaimana proses panjang harus dilalui untuk mendapatkan izin, mengembangkan STKIP Muhammadiyah Sorong hingga akhirnya berubah bentuk menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong pada 2018.
“Sudah saatnya di Kabupaten Sorong berdiri sebuah perguruan tinggi. Dari situlah kemudian STKIP Muhammadiyah Sorong berdiri dan berkembang menjadi UNIMUDA Sorong,” ujar Rustamadji.
Ia mengaku perjalanan membangun UNIMUDA tidak mudah. Bahkan, dirinya harus berulang kali melakukan perjalanan ke Jakarta menggunakan kapal karena keterbatasan biaya, demi mengurus berbagai kebutuhan administrasi dan pengembangan perguruan tinggi.
Namun, menurut Rustamadji, perjalanan tersebut menjadi bagian dari perjuangan yang harus dijalani dengan keyakinan, kerja keras dan keikhlasan.
Rustamadji juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian UNIMUDA Sorong. Salah satunya adalah diraihnya akreditasi institusi unggul pada Desember 2025.
Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi warisan nonfisik yang sangat berharga setelah dirinya mengabdikan waktu dan tenaga untuk membangun UNIMUDA.
“UNIMUDA Sorong menjadi warisan saya yang nonfisik, yang nilainya tidak terhingga,” katanya.
Rustamadji juga menekankan bahwa usia sebuah perguruan tinggi bukan alasan untuk menunggu lama dalam mencapai prestasi.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai yang menjadi dasar pendiriannya.
“Jangan menjadi perguruan tinggi yang hebat tetapi lambat. Prestasi yang hebat juga harus diikuti dengan kecepatan yang tinggi,” tegasnya.
Ia juga menitipkan pesan agar UNIMUDA ke depan diisi oleh orang-orang yang memiliki keahlian di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, penelitian, keuangan hingga komunikasi dan pengembangan jejaring.
Rustamadji berharap UNIMUDA tetap menjadi institusi yang mampu melahirkan orang-orang dengan kemampuan terbaik sekaligus memiliki integritas dan semangat pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa UNIMUDA Sorong diserahkan kepada kepemimpinan baru dalam kondisi tanpa utang bank.
“Secara fisik saya menyerahkan UNIMUDA tanpa hutang di bank,” ujarnya.
Rustamadji mengingatkan civitas akademika agar tidak menjadikan jabatan maupun pekerjaan di Muhammadiyah semata-mata sebagai tempat mencari keuntungan pribadi.
Ia mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan bekerja dengan keikhlasan serta mengedepankan adab.
“Saya pesan kepada dosen-dosen dan seluruh mahasiswa, adab dan sopan santun harus dijaga. Semakin tinggi pendidikan, harus semakin paham bagaimana adab terhadap sesama,” katanya.
Sementara itu, Rektor UNIMUDA Sorong yang baru dikukuhkan, Dr. Sirojjuddin, M.Pd, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

“Pelantikan pada hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan pergantian kepemimpinan yang penuh dengan history bagi saya. Ini merupakan amanah, tanggung jawab dan ikhtiar untuk melanjutkan cita-cita perjuangan UNIMUDA Sorong dan perjuangan Muhammadiyah yang sangat panjang di tanah Papua,” ujar Sirojjuddin.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang, BPH Muhammadiyah serta seluruh keluarga besar UNIMUDA atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurut Sirojjuddin, amanah sebagai rektor bukan sebuah kebanggaan pribadi, tetapi tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Muhammadiyah, civitas akademika, masyarakat, bangsa dan generasi yang akan datang.
Karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika membangun kebersamaan, memperkuat integritas, meningkatkan kerja keras dan menjaga keikhlasan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperkuat kebersamaan dan mempercepat UNIMUDA Sorong untuk terbang tanpa batas,” katanya.
Sirojjuddin juga menegaskan, UNIMUDA tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi harus mampu melahirkan manusia berilmu, berkarakter dan berakhlak yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, ia menyatakan UNIMUDA akan memperkuat identitas sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat serta memiliki jaringan nasional dan internasional.
“Kami ingin UNIMUDA menjadi universitas yang berakar kuat di tanah Papua, tetapi memiliki cakrawala yang mendunia,” ujarnya.
Ia juga menilai kekayaan budaya, kearifan lokal dan potensi generasi muda Papua harus menjadi sumber pengetahuan dan inovasi.
Menurutnya, kekayaan lokal Papua tidak semestinya hanya menjadi objek kajian, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber penelitian, inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Menghadapi perubahan teknologi, digitalisasi, transformasi dunia kerja, perubahan iklim dan perkembangan kecerdasan buatan, Sirojjuddin menegaskan UNIMUDA tidak boleh hanya menjadi penonton.
“UNIMUDA harus menjadi bagian dari perubahan tersebut. Kita harus berinovasi, melakukan transformasi digital, memperkuat budaya riset dan publikasi, memperluas kerja sama internasional serta membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa,” katanya.
Ia juga mendorong peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik dosen, produktivitas penelitian, publikasi, inovasi pembelajaran serta pengabdian kepada masyarakat.
Sirojjuddin berharap UNIMUDA dapat menjadi rumah besar bagi lahirnya generasi intelektual dan profesional dari Papua yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
“Dari Papua untuk Indonesia dan dari Indonesia untuk dunia,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Sirojjuddin mengajak seluruh civitas akademika menjadikan kepemimpinan baru sebagai perjalanan bersama.
Ia mengakui perjalanan ke depan tidak selalu mudah, namun dirinya berkomitmen menghadapi setiap tantangan bersama seluruh keluarga besar UNIMUDA.
“Saya tidak mampu menjanjikan bahwa perjalanan ke depan akan selalu indah dan selalu mudah. Tetapi saya berkomitmen untuk berjalan bersama, bekerja bersama dan menghadapi setiap tantangan bersama,” pungkasnya.
Diposting Oleh:
Dian Nuke
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami