Kontak Kami

Artikel | Berita

Profil TGH Turmudzi Badaruddin, Ulama Sepuh NTB yang Wafat di Usia 90 Tahun

16 Okt 2026

Sumber : detik.com

SEVIMA – Ulama sepuh kharismatik asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin meninggal dunia. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (15/10/2026) pukul 13.37 Wita.
Ulama yang akrab disapa Datok Bagu atau Tuan Guru Bagu ini meninggal dunia di usia 90 tahun. Ia berpulang karena sakit yang diidapnya.

Lantas, bagaimana perjalanan hidup dan kiprah TGH Turmudzi Badaruddin hingga menjadi salah satu tokoh NU yang paling dihormati? Berikut profil singkatnya dikutip dari NU Online dan Facebook Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu

Biografi TGH Turmudzi Badaruddin
TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin lahir di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada 1 April 1936 (9 Muharram 1355 H). Beliau putra dari pasangan Haji Badaruddin bin Haji Jamaluddin dan Hajjah Aminah binti Haji Ridwan.

Gelar “Lalu” di depan namanya menandakan bahwa almarhum berasal dari keluarga Perwangse atau bangsawan suku Sasak. Ayahnya, TGHL Badarudin, juga merupakan ulama berpengaruh yang mengawali dakwah dari musala atau langgar di rumahnya.

Menariknya, nama kecil TGH Turmudzi saat lahir sebenarnya adalah Hasan Basri, sebuah nama yang diberikan oleh guru utamanya, TGH Muhammad Saleh Hambali (Tuan Guru Bengkel).

Kisah perubahan namanya menjadi Turmudzi terbilang cukup unik. Saat masih menimba ilmu di Madrasah Mu’allimin Darul Qur’an Bengkel (1948-1952), Hasan Basri muda mempelajari kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.

Dalam kitab tersebut, ia sangat sering mendengar kalimat perawi hadits: “Haditsun hasanun shahihun, rawahut-Turmudzi”. Karena seringnya mendengar nama Imam At-Turmudzi, ia bernazar: jika mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji, ia akan menambahkan kata “Muhammad Turmudzi” di namanya.

Kesempatan itu datang pada 1954 saat ia memenangkan undian kuota haji ke Tanah Suci. Sekembalinya dari Makkah, namanya resmi berganti menjadi TGH L. Muhammad Turmudzi Badaruddin (menambahkan nama sang ayah, Badaruddin, di belakangnya).

Pendidikan TGH Turmudzi Badaruddin
TGH Turmudzi menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) pada 1944, sebelum melanjutkan belajar agama di Madrasah Mu’allimin Darul Qur’an Bengkel di bawah bimbingan TGH Soleh Chambali.

Setelah menunaikan ibadah haji pada 1954, ia menetap di Makkah selama kurang lebih 10 tahun untuk mendalami ilmu keagamaan. Berbekal keilmuan yang matang dari Tanah Suci, ia kembali ke Indonesia pada 1962 untuk mengabdi kepada masyarakat Lombok.

Sepulangnya dari Makkah, TGH Turmudzi langsung bergerak mendirikan lembaga pendidikan. Ia merintis Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah Qamarul Huda pada 1962, lalu mendirikan Pondok Pesantren Qamarul Huda di Bagu pada 1963.

Seiring berjalannya waktu, pesantren tersebut terus berkembang pesat dengan berdirinya MTs (1968) dan MA (1984).

Pada tahun 1999, Pondok Pesantren Qamarul Huda menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar NU. Dalam forum tersebut, timbul gagasan mendirikan perguruan tinggi di dalam pesantren.

Inisiatif tersebut didukung penuh oleh Ketua Umum PBNU saat itu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Lewat kerja sama dengan STAI Ibrahimy Jawa Timur, berdirilah STAI Ibrahimy di Kompleks Pesantren Qamarul Huda pada 1999.

Rekam Jejak TGH Turmudzi Badaruddin di NU
Selain dikenal sebagai pendiri pesantren, TGH Turmudzi Badaruddin merupakan Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Beliau juga menyusun kitab Zadul Ma’ad pada 2009, yang berisi rangkaian wirid dan doa-doa rujukan bagi para santri serta masyarakat umum.

Kiprah organisasinya di NU terbilang lengkap dari tingkat paling bawah hingga nasional:

  1. Pengurus Ranting NU Desa Bagu
  2. Syuriyah MWC NU Kecamatan Pringgarata
  3. Wakil Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah
  4. Rais Syuriyah PWNU NTB
  5. Mustasyar PBNU

Sebagai ulama besar Sasak, TGH Turmudzi dikenal dengan kesederhanaan, keteguhan, dan keikhlasannya dalam mengayomi umat hingga akhir hayat.

Diposting Oleh:

Dian Nuke

Tags:

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Qomarul Huda

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

Video Terbaru

Membangun Kampus Bermutu dan Mendunia tanpa Meninggalkan Budaya | Rektor Unmas Denpasar

Mari Diskusi